GRESIK, BERITA SENAYAN – Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menegaskan bahwa kemajuan Indonesia pada masa depan hanya dapat dicapai melalui tiga fondasi utama, yakni pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul, penguasaan ilmu pengetahuan, dan pengembangan teknologi.

Pernyataan tersebut disampaikan Cak Imin saat menghadiri puncak Dies Natalis ke-1 Universitas Sunan Gresik (USG) di Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Rabu (15/7/2026).

“Saya yakin tiga syarat ini di tahun-tahun ke depan akan terwujud di Universitas Sunan Gresik (USG) sebagai syarat untuk mewujudkan kemajuan bangsa,” ujar Cak Imin.

Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu memberikan apresiasi atas perkembangan pesat USG meski baru genap berusia satu tahun. Menurutnya, capaian tersebut merupakan sejarah baru dalam dunia pendidikan tinggi di Indonesia.

“Ini sejarah. Insyaallah Universitas Sunan Gresik menjadi kampus termuda, tapi tercepat kemajuannya,” katanya.

Cak Imin mengaku bangga atas berbagai pencapaian USG yang dalam waktu singkat berhasil menarik ribuan mahasiswa serta memberikan berbagai program beasiswa bagi para peserta didiknya.

“Alhamdulillah, kini sudah ribuan mahasiswa dan banyak yang mendapatkan beasiswa,” ungkapnya.

Cicit pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH Bisri Syansuri, itu berharap USG tidak hanya berkembang sebagai pusat pendidikan tinggi, tetapi juga menjadi pusat lahirnya inovasi, ilmu pengetahuan, dan rekayasa sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Ia optimistis keberadaan USG akan mempercepat kemajuan Kabupaten Gresik sebagai kawasan industri sekaligus menjaga warisan peradaban, budaya, dan nilai-nilai yang telah dibangun para pendahulu.

“Dan dalam menyongsong kemajuan ke depan, USG punya tanggung jawab menjadi sumber kekuatan bangsa. Dari Gresik ini, kita ingin lahir ilmuwan-ilmuwan, para praktisi yang akan mengubah Indonesia menjadi lebih baik lagi,” ujarnya.

Meski demikian, Cak Imin mengaku masih prihatin terhadap kondisi lulusan perguruan tinggi yang dinilai belum sepenuhnya siap menghadapi dunia kerja maupun menjadi pemimpin di tengah masyarakat.

Karena itu, ia menitipkan harapan besar kepada mahasiswa USG agar tidak hanya mengejar gelar akademik, tetapi juga membangun karakter kepemimpinan dan kemampuan menghadapi perubahan zaman.

“Saya menitipkan mahasiswa yang belajar di USG, dapat gemblengan di sini, harus siap memimpin dan mengendalikan perubahan dan kemajuan bangsa,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Cak Imin juga memaparkan tiga peran utama yang harus dijalankan perguruan tinggi untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Pertama, berkontribusi dalam mengatasi kemiskinan. Kedua, mencetak lulusan yang siap bekerja sekaligus mampu menciptakan lapangan pekerjaan. Ketiga, menghasilkan ilmu pengetahuan yang menjadi kekuatan bagi kemajuan umat, masyarakat, bangsa, dan negara.

Menurutnya, dengan komitmen seluruh civitas akademika di bawah pembinaan Wakil Ketua DPR RI Jazilul Fawaid dan jajaran pimpinan universitas, USG memiliki peluang besar menjadi salah satu kampus yang memberikan solusi nyata bagi pembangunan nasional.

“Dengan melihat USG yang sungguh-sungguh ini, saya optimistis di bawah bimbingan Pak Jazilul Fawaid, Pak Rektor dan seluruh Civitas Akademika USG, akan terwujud dengan secepat-cepatnya, insyaallah USG sebagai solusi bangsa. Selamat USG yang telah memberikan kontribusi dan semangat baru untuk Indonesia,” pungkasnya.

Dalam rangkaian acara Dies Natalis tersebut, Cak Imin juga menyerahkan bantuan uang pembinaan kepada warga binaan di sekitar kampus USG serta dana riset pemerintah kepada sejumlah mahasiswa yang berhasil lolos seleksi proposal penelitian (red)