JAKARTA, BERITA SENAYAN – Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Partai Golkar dari Dapil Jawa Timur IV, Muhammad Nur Purnamasidi, mengingatkan para orang tua agar tidak menganggap tanggung jawab pendidikan anak selesai setelah memasukkan anak ke sekolah. Menurutnya, keluarga tetap memegang peran utama dalam mendampingi proses pendidikan, sementara sekolah hanya menjadi mitra dalam membentuk karakter dan kemampuan anak.
Pernyataan tersebut disampaikan Purnamasidi saat menanggapi Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS) yang kembali digelar bertepatan dengan dimulainya tahun ajaran baru.
Menurut legislator Fraksi Partai Golkar itu, masih banyak orang tua yang memiliki anggapan keliru bahwa setelah anak berada di lingkungan sekolah, seluruh tanggung jawab pendidikan beralih kepada guru dan lembaga pendidikan.
“Menurut saya sangat penting, karena selama ini orang tua merasa menyerahkan anak begitu saja. Seolah-olah setelah itu tanggung jawab orang tua sudah putus,” ujar Purnamasidi saat diwawancarai Parlementaria di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/7/2026).
Ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga dan sekolah. Karena itu, komunikasi dan keterlibatan orang tua harus terus terjaga sepanjang proses belajar anak berlangsung.
Purnamasidi menilai kehadiran orang tua, khususnya ayah, sejak hari pertama sekolah menjadi simbol bahwa keluarga tetap hadir dalam perjalanan pendidikan anak. Dukungan tersebut dinilai mampu memperkuat rasa percaya diri sekaligus membangun kedekatan emosional.
Politisi asal Daerah Pemilihan Jawa Timur IV itu mengaku memiliki pengalaman pribadi mengenai pentingnya keterlibatan orang tua dalam momen awal pendidikan anak.
“Saya merasakan sendiri, anak saya masih mengingat ketika saya mengantarnya ke sekolah waktu TK. Itu menjadi sesuatu yang sangat diingat oleh anak,” katanya.
Menurutnya, pengalaman sederhana tersebut dapat menjadi kenangan yang membekas hingga anak tumbuh dewasa dan memperkuat hubungan antara orang tua dengan anak.
Lebih lanjut, Purnamasidi berharap Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan. Ia mendorong agar semangat keterlibatan orang tua terus diwujudkan melalui komunikasi yang intensif dengan sekolah selama proses pendidikan berlangsung.
“Ini menjadi momentum penegasan bahwa urusan pendidikan tidak murni menjadi tanggung jawab sekolah saja, tetapi juga menjadi tanggung jawab keluarga, di dalamnya adalah orang tua dari peserta didik,” jelasnya.
Ia menambahkan, kolaborasi yang kuat antara keluarga, sekolah, dan masyarakat akan menciptakan ekosistem pendidikan yang sehat sehingga anak tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga memperoleh dukungan emosional dan sosial yang optimal (red)

Berita terkait