JAKARTA, BERITA SENAYAN – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia mendesak Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk lebih aktif dan rutin melakukan inspeksi terhadap sarana produksi serta distribusi Air Minum Dalam Kemasan (AMDK). Langkah tersebut dinilai penting guna melindungi masyarakat dari berbagai potensi risiko kesehatan yang dapat timbul dari produk air kemasan.

Desakan itu disampaikan Chusnunia dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VII DPR RI bersama BPOM, Senin (22/6/2026). Menurutnya, air merupakan kebutuhan pokok masyarakat yang dikonsumsi setiap hari sehingga pengawasan terhadap kualitas dan keamanan produk AMDK tidak boleh diabaikan.

“Saya belum mengetahui persis seberapa sering BPOM melakukan pengawasan terhadap peredaran AMDK yang ada. Karenanya kami mendorong pemerintah melakukan pengawasan terhadap air dengan tujuan melindungi masyarakat atau kepentingan publik sekaligus mendorong daya saing produk,” ujar Chusnunia.

Politikus yang akrab disapa Nunik itu menilai masifnya produksi air minum dalam kemasan membuat produk tersebut masuk kategori pangan berisiko tinggi. Karena itu, pengawasan yang ketat menjadi hal yang sangat diperlukan.

Ia menjelaskan, meski secara umum aman dikonsumsi, AMDK tetap memiliki sejumlah potensi bahaya bagi kesehatan. Risiko tersebut antara lain paparan mikroplastik dari botol kemasan, pelepasan zat kimia seperti BPA dan antimon akibat suhu panas, hingga kandungan bromat yang bersifat karsinogenik apabila melebihi ambang batas.

“Risiko ini meliputi paparan mikroplastik dari botol, pelepasan zat kimia seperti BPA atau antimon akibat suhu panas, serta adanya bromat yang bersifat karsinogenik bila kadarnya berlebih,” jelasnya.

Karena itu, Chusnunia meminta BPOM meningkatkan frekuensi inspeksi terhadap fasilitas produksi dan jalur distribusi AMDK. Menurutnya, pengawasan yang konsisten bukan hanya memberikan perlindungan bagi konsumen, tetapi juga meningkatkan daya saing industri air minum dalam kemasan nasional.

“Hal ini penting dilakukan sebagai upaya melindungi masyarakat dan meningkatkan daya saing produk,” pungkasnya (red)