JAKARTA, BERITA SENAYAN – Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya, Azis Subekti, menyoroti menurunnya kualitas ruang publik di tengah semakin terbukanya kebebasan berpendapat di era demokrasi modern.
Azis menilai, tantangan utama demokrasi saat ini bukan lagi soal keterbatasan kebebasan berbicara, melainkan bagaimana memastikan kualitas percakapan publik tetap sehat dan tidak kehilangan arah substansi.
“Semakin luas kebebasan berbicara, semakin sulit menemukan percakapan yang sungguh-sungguh mencari kebenaran. Ini ironi demokrasi modern,” ujar Azis Subekti kepada wartawan, Senin (22/6/2026).
Ia menegaskan bahwa fenomena tersebut tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di berbagai negara demokrasi lain yang menghadapi masalah serupa seperti polarisasi politik, populisme, hingga turunnya kepercayaan publik terhadap institusi negara.
Meski demikian, Azis menekankan pentingnya menjaga ruang kritik sebagai bagian dari demokrasi. Menurutnya, demonstrasi, media, akademisi, aktivis, mahasiswa, hingga masyarakat sipil tetap memiliki peran penting dalam mengawasi jalannya pemerintahan.
Namun ia mengingatkan bahwa kritik harus tetap berada dalam koridor perbaikan, bukan berubah menjadi kemarahan yang destruktif.
“Yang menjadi masalah adalah ketika kritik kehilangan niat memperbaiki dan hanya menyisakan keinginan menghancurkan,” ujarnya.
Azis menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa demokrasi Indonesia harus tetap dijaga agar tidak kehilangan adab dalam ruang publik yang semakin bebas (red)

Berita terkait