JAKARTA, BERITA SENAYAN – Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PKB, Nasim Khan, menyoroti besarnya kerugian pelaku UMKM akibat pemadaman listrik massal (blackout) di Pulau Sumatera yang terjadi sejak Jumat (22/5/2026) malam.
Menurut Nasim, blackout tersebut menjadi pukulan berat bagi pelaku usaha kecil yang seluruh aktivitas produksinya bergantung pada pasokan listrik. Ia menilai pemerintah dan PT PLN (Persero) harus bertanggung jawab memastikan kejadian serupa tidak terulang.
“Ketika listrik padam berjam-jam, tentu mereka merugi. Pendapatan mereka menurun drastis, sementara kebutuhan keluarga tetap harus dipenuhi. Ini harus dicegah agar tidak terulang lagi,” kata Nasim Khan di Jakarta, Selasa (26/5/2026).
Bareskrim Polri sebelumnya mengungkap pemadaman dipicu putusnya kabel transmisi menara Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTET) 175-176 di Desa Tempino, Kabupaten Muaro Jambi.
Nasim menjelaskan dampak blackout sangat dirasakan pelaku usaha kuliner, fotokopi, pertokoan, hingga industri rumahan. Sebagian besar UMKM, kata dia, tidak memiliki genset cadangan karena mahalnya biaya pembelian dan bahan bakar.
“Kami meminta agar pemerintah mencegah terjadinya blackout seperti yang terjadi di Sumatera pada Jumat lalu. Kami berharap ini menjadi yang terakhir karena dampaknya sangat besar terhadap perekonomian, khususnya bagi para pelaku UMKM,” ujarnya.
Selain itu, Nasim juga mengkritik belum adanya skema kompensasi yang jelas bagi masyarakat terdampak blackout. Ia meminta PLN segera menyusun formula ganti rugi yang transparan sekaligus memperketat pengawasan infrastruktur kelistrikan nasional.
Menurutnya, pemeriksaan berkala terhadap jaringan transmisi harus dilakukan secara menyeluruh agar sistem kelistrikan nasional lebih andal dan tidak kembali merugikan masyarakat luas (red)

Berita terkait