MAKKAH, BERITA SENAYAN – Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI sekaligus Anggota Komisi VIII DPR RI Hidayat Nur Wahid mengingatkan pentingnya komunikasi dan kebersamaan antarjemaah menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Pesan tersebut disampaikan usai wafatnya jemaah haji Indonesia asal Jakarta, Muhammad Firdaus Akhlan (72), yang sebelumnya dilaporkan hilang di Makkah.

Menurut Hidayat, peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi seluruh jemaah agar tidak menjalankan aktivitas sendiri tanpa koordinasi dengan rombongan maupun petugas haji. Ia menilai komunikasi yang baik sangat penting untuk mengantisipasi kondisi darurat selama pelaksanaan ibadah haji.

“Pentingnya betul-betul selalu menjaga kesehatan, pentingnya betul-betul selalu mengkomunikasikan dengan keluarga, dengan jamaah, dengan karom, dengan karu, sehingga kalau ada apa-apa bisa langsung mendapatkan solusi,” ujar Hidayat saat melakukan kunjungan pengawasan di Future Light Hotel Sektor 9 Misfalah, Makkah, Sabtu (23/5/2026).

Politisi Fraksi PKS itu juga mengimbau jemaah agar menjaga kondisi fisik dan memanfaatkan waktu istirahat dengan baik sebelum memasuki fase Armuzna yang dikenal padat dan menguras tenaga.

Selain itu, Hidayat mengingatkan bahwa hotel atau pemondokan bukan sekadar tempat singgah, tetapi menjadi ruang penting untuk mempersiapkan stamina menghadapi rangkaian ibadah puncak di Tanah Suci.

Di tengah suasana duka atas wafatnya Muhammad Firdaus Akhlan, Timwas Haji DPR RI turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum dan seluruh jemaah Indonesia. Hidayat berharap peristiwa tersebut menjadi pelajaran bersama agar setiap jemaah lebih memperhatikan faktor keselamatan dan kebersamaan selama menjalankan ibadah haji.

“Kami sangat yakin bahwa wafat ini adalah wafat yang membawa kepada keberkahan, kepada kebaikan, karena wafat dalam posisi sudah niat untuk haji, wafatnya di tanah haram, dan beliau pun juga disalatkan di Masjid Al-Haram,” tuturnya (red)