JAKARTA, BERITA SENAYAN – Wakil Ketua Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKB, Hanif Dhakiri, mengingatkan pemerintah agar tidak terlalu bergantung pada belanja negara dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurut Hanif, capaian pertumbuhan ekonomi sebesar 5,61 persen patut diapresiasi, namun struktur pertumbuhannya masih didominasi oleh pengeluaran pemerintah sehingga belum mencerminkan kekuatan sektor swasta secara optimal.

“Jika terus bergantung pada APBN, ruang fiskal kita akan tertekan dan daya dorong ekonomi jangka panjang justru bisa melemah,” ujarnya di Jakarta, Rabu (6/5/2026).

Ia menegaskan bahwa penguatan investasi dan industri dalam negeri harus menjadi prioritas utama agar ekonomi memiliki fondasi yang lebih kokoh dan berkelanjutan.

Menurutnya, sektor swasta perlu didorong menjadi motor utama pertumbuhan melalui penciptaan aktivitas ekonomi baru yang mampu meningkatkan daya beli masyarakat.

Hanif juga menekankan pentingnya kualitas pertumbuhan ekonomi yang tidak hanya terlihat dari angka, tetapi juga berdampak nyata bagi masyarakat luas.

“Pertumbuhan ekonomi harus mampu membuka lapangan kerja dan dirasakan manfaatnya secara merata oleh masyarakat,” tegasnya.

Mantan Menteri Ketenagakerjaan itu menilai, tanpa penguatan sektor produktif, pertumbuhan ekonomi berisiko tidak berkelanjutan dan tidak mampu menjawab tantangan jangka panjang.

Ia pun mendorong pemerintah untuk mempercepat kebijakan yang dapat menarik investasi serta memperkuat sektor industri guna menciptakan ekonomi yang lebih tangguh dan inklusif (red)