JAKARTA, BERITA SENAYAN – Wakil Ketua Komisi III DPR RI dari Fraksi PKB, Rano Alfath, menyoroti lambannya penanganan kasus kekerasan seksual di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Pati, yang hingga kini tersangkanya belum ditangkap.
Menurut Rano, kondisi ini berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum, terlebih desakan masyarakat untuk segera menangkap pelaku terus meningkat.
“Desakan masyarakat agar pelaku segera ditangkap terus menguat. Jangan sampai masyarakat kehilangan kepercayaan kepada aparat penegak hukum,” ujarnya di Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Ia menegaskan bahwa kepolisian harus bertindak cepat dan serius karena kasus tersebut menyangkut keselamatan serta masa depan korban yang sebagian besar merupakan anak-anak dan santriwati.
Selain itu, Rano mengingatkan bahwa keterlambatan penangkapan juga membuka potensi intimidasi terhadap korban dan keluarga korban.
“Pelaku tidak boleh dibiarkan bebas karena dapat menimbulkan ketakutan dan tekanan terhadap korban,” tegasnya.
Rano juga menyinggung bahwa kasus ini sempat ditangani sebelumnya pada 2024 namun belum berjalan optimal, sehingga penanganan saat ini harus lebih transparan dan profesional.
Ia meminta aparat memastikan seluruh proses hukum berjalan terbuka dan berpihak pada korban, sekaligus memberikan jaminan perlindungan dari berbagai bentuk tekanan.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pendekatan yang berorientasi pada pemulihan korban, mengingat dampak psikologis dari kekerasan seksual bisa berlangsung jangka panjang.
Menurutnya, langkah cepat dan tegas dari kepolisian menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus memastikan keadilan bagi para korban (red)

Berita terkait