TOBA, BERITA SENAYAN – Komisi X DPR RI menyoroti langsung kondisi tenaga pendidik saat melakukan kunjungan kerja reses ke Kabupaten Toba, Sumatera Utara. Dalam agenda tersebut, aspirasi terkait kesejahteraan guru, khususnya guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), menjadi perhatian utama.
Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menyampaikan bahwa berbagai masukan dari daerah akan menjadi bahan penting dalam pembahasan revisi Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) yang sedang berjalan di parlemen.
“Beberapa hal yang menjadi aspirasi, termasuk kesejahteraan dan kompetensi guru di sini, itu juga tadi dikemukakan dan akan menjadi masukan penting dalam revisi RUU Sisdiknas,” ujar Hetifah di Toba, Rabu (22/4/2026).
Ia menegaskan bahwa kebijakan pendidikan nasional harus mampu menjawab persoalan nyata di lapangan, bukan hanya bersifat administratif. Temuan dari daerah seperti Toba disebutnya akan memperkuat arah kebijakan agar lebih tepat sasaran.
Menurut Hetifah, aspirasi masyarakat Toba menunjukkan tingginya kepedulian terhadap dunia pendidikan, namun masih dihadapkan pada tantangan kesejahteraan guru yang belum ideal.
Salah satu sorotan utama adalah kondisi guru PAUD yang dinilai masih jauh dari standar kesejahteraan yang layak, padahal memiliki peran penting sebagai fondasi awal pendidikan anak.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Kurniasih Mufidayati, menambahkan bahwa isu kesejahteraan guru PAUD menjadi prioritas dalam pembahasan Panitia Kerja (Panja) RUU Sisdiknas.
“Tentu isu gaji guru, khususnya guru PAUD, akan kami akomodir dalam pembahasan pasal-pasal RUU Sisdiknas,” ujar Kurniasih.
Ia juga menyoroti pentingnya penyesuaian sistem penerimaan mahasiswa baru agar lebih relevan dengan kebutuhan daerah, termasuk dalam penyediaan tenaga pendidik yang merata.
Komisi X DPR RI berharap revisi RUU Sisdiknas dapat menjadi momentum perbaikan menyeluruh sistem pendidikan nasional, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan guru di seluruh Indonesia (red)

Berita terkait