JAKARTA, BERITA SENAYAN – Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Rivqy Abdul Halim, menyoroti rencana rekrutmen 30.000 manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih agar dilakukan secara transparan dan berbasis merit system.
Politisi yang akrab disapa Gus Rivqy itu menegaskan bahwa proses seleksi harus mengedepankan profesionalitas, tanpa adanya praktik titipan atau intervensi dari pihak tertentu.
“Rekrutmen harus benar-benar mengedepankan profesionalitas. Tidak boleh ada titipan orang dalam,” ujarnya Jum’at (17/04)
Menurutnya, posisi manajer Kopdes sangat strategis sehingga harus diisi oleh individu yang memiliki kompetensi dan pengalaman dalam mengelola koperasi.
“Manajer Kopdes harus paham tata kelola koperasi. Kalau tidak mengerti dan tidak punya pengalaman, akan sulit menjalankan koperasi dengan baik,” tegasnya.
Selain itu, Rivqy juga menyoroti pentingnya integritas bagi calon manajer. Ia mengingatkan bahwa pengelolaan keuangan koperasi membutuhkan kejujuran dan tanggung jawab tinggi.
“Integritas itu kunci. Kalau manajer tidak amanah dan melakukan penyelewengan, koperasi bisa bubar,” katanya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa program Kopdes Merah Putih merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Oleh karena itu, seluruh proses persiapan, termasuk rekrutmen sumber daya manusia, harus dilakukan secara matang.
“Karena ini program prioritas, maka harus dipersiapkan dengan serius. Pilih orang-orang yang tepat, yang benar-benar handal,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa manajer Kopdes tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis, tetapi juga harus mampu membangun hubungan yang baik dengan masyarakat desa.
“Manajer harus bisa berinteraksi dan membangun kepercayaan masyarakat. Itu penting agar koperasi bisa berkembang dan memberikan manfaat nyata,” pungkasnya (red)

Berita terkait