JAKARTA, BERITA SENAYAN – Kursi Sekretaris Jenderal DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang saat ini dijabat Taj Yasin Maimoen digoyang oleh kader internal partai. Desakan agar Taj Yasin mundur mencuat dalam forum internal partai.

Ketua DPW PPP DKI Jakarta, Saiful Dasuki, mengungkapkan bahwa permintaan tersebut disampaikan kader dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) yang digelar secara daring pada Kamis (16/4/2026).

“Ada kesalahan fatal yang dilakukan TY (Taj Yasin),” ujar Saiful, Jumat (17/4/2026).

Menurutnya, berdasarkan aturan internal partai, posisi Sekjen memiliki peran strategis sebagai administrator yang bertugas menopang tata kelola organisasi. Namun, ia menilai fungsi tersebut tidak dijalankan dengan baik oleh Taj Yasin.

Saiful menyebut, salah satu persoalan utama adalah ketidakhadiran Taj Yasin dalam berbagai rapat penting partai, meski telah diundang secara resmi oleh pimpinan DPP.

“Taj Yasin sebagai Sekretaris Jenderal tidak pernah hadir dalam rapat DPP PPP padahal sudah diundang secara resmi melalui surat yang ditandatangani oleh Ketua Umum,” ungkapnya.

Selain itu, Taj Yasin juga dituding melanggar aturan organisasi dengan menerbitkan surat secara pribadi serta menolak sejumlah agenda partai.

Saiful mencontohkan, Taj Yasin disebut pernah mengirim surat kepada Kapolda Sulawesi Selatan agar tidak memberikan izin kegiatan Mukernas I PPP yang digelar di Makassar pada Februari 2026.

Tak hanya itu, ia juga disebut mengirim surat ke Kementerian Dalam Negeri untuk membatalkan agenda Bimbingan Teknis anggota DPRD PPP yang rencananya digelar di Bali.

Padahal, menurut Saiful, kegiatan tersebut penting untuk meningkatkan kapasitas dan kinerja kader partai dalam menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat.

Lebih jauh, ia menilai tindakan tersebut telah melanggar konstitusi partai dan memicu keresahan di kalangan pengurus daerah.

“Pandangan teman-teman DPW se-Indonesia, Taj Yasin sudah melanggar konstitusi PPP, sudah selayaknya diambil tindakan tegas sesuai hasil Mukernas di Makassar kemarin,” tegasnya.

Desakan ini menandai adanya dinamika internal di tubuh Partai Persatuan Pembangunan yang berpotensi memengaruhi konsolidasi organisasi ke depan (red)