JAKARTA, BERITA SENAYAN – Wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI Alien Mus mengusulkan edukasi keselamatan berbasis video pendek untuk meningkatkan kesiapsiagaan seluruh pihak di Kompleks Parlemen.
Menurut Alien, informasi mengenai jalur evakuasi dan pintu keluar darurat perlu dibuat sederhana dan mudah dipahami. Setiap orang yang beraktivitas di Gedung DPR RI diharapkan mengetahui langkah yang harus dilakukan ketika terjadi kondisi darurat.
Usulan tersebut disampaikan Alien setelah mengikuti Sosialisasi Implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Senin (21/9/2026).
Alien menilai penerapan K3 di lingkungan DPR RI pada dasarnya sudah berjalan. Namun, ia melihat masih diperlukan peningkatan kesadaran seluruh pihak mengenai prosedur keselamatan.
“Sebenarnya sih sudah baik, sudah ada, tapi mungkin kesadaran dari masing-masing orang yang ada di sini juga belum terlalu paham,” jelas politikus Fraksi Partai Golkar tersebut.
Menurutnya, keberadaan prosedur keselamatan perlu diikuti pemahaman praktis agar tidak menimbulkan kebingungan ketika keadaan darurat benar-benar terjadi.
Video Pendek Dinilai Lebih Mudah Dipahami
Karena itu, Alien mengusulkan pembuatan video pendek yang menjelaskan jalur evakuasi pada masing-masing gedung parlemen. Ia meminta informasi tersebut dibuat spesifik berdasarkan lokasi gedung, sehingga anggota DPR maupun pekerja dapat mengetahui pintu keluar dan jalur evakuasi dari tempat mereka beraktivitas.
“Makanya tadi saya meminta agar anggota DPR juga dibuatkan video pendek untuk mengetahui kalau kita di Nusantara I, exit-nya seperti apa apabila ada kejadian-kejadian, Nusantara II, dan juga Nusantara III, ataupun di Gedung Kura-Kura,” ujarnya.
Selain edukasi, Alien menekankan agar penerapan K3 benar-benar menjadi bagian dari budaya kerja di lingkungan DPR. Ia mengingatkan bahwa sosialisasi keselamatan tidak boleh berhenti sebagai kegiatan formal atau seremonial semata.
“Harapan saya untuk kelanjutan dari K3 ini kan tentunya ini untuk keselamatan kita semua, safety first, untuk keselamatan yang ada, pekerja yang ada di kantor DPR RI ini bersama juga dengan anggota dewan,” kata Alien.
Ia berharap seluruh pihak yang beraktivitas di Kompleks Parlemen dapat menerapkan prinsip keselamatan dalam kegiatan sehari-hari.
Keselamatan Berlaku untuk Pekerja dan Anggota DPR
Alien menegaskan penerapan K3 tidak hanya berkaitan dengan pekerja, tetapi juga mencakup Anggota DPR RI dan seluruh pihak yang beraktivitas di lingkungan parlemen. Menurutnya, keselamatan harus menjadi perhatian bersama karena Kompleks Parlemen menjadi lokasi berlangsungnya berbagai aktivitas perkantoran, persidangan, pelayanan, dan kegiatan publik.
Hal tersebut sejalan dengan pedoman implementasi K3 Setjen DPR RI yang diarahkan untuk membangun budaya keselamatan, bukan sekadar memenuhi aspek administratif. Di sisi lain, Alien mengapresiasi kesiapsiagaan tim medis dan petugas keselamatan DPR RI dalam menangani situasi darurat.
Ia menilai respons cepat petugas menjadi bagian penting dalam memastikan keselamatan anggota dewan maupun pekerja ketika terjadi kondisi yang membutuhkan penanganan segera.
“Untuk itu sudah sangat baik, apabila terjadi sesuatu dengan anggota DPR, semua langsung cepat tanggap dan juga luar biasa,” ungkapnya.
Alien menambahkan, kesiapsiagaan tersebut juga terlihat ketika terjadi sebuah kejadian di gedung saat berlangsungnya sidang paripurna.
Implementasi K3 di lingkungan DPR RI saat ini diarahkan tidak hanya pada penyediaan sarana keselamatan, tetapi juga peningkatan kesadaran dan kemampuan setiap orang dalam menghadapi risiko.
Bagi Alien, edukasi yang praktis seperti video jalur evakuasi dapat menjadi salah satu cara untuk membuat informasi keselamatan lebih mudah dipahami dan diingat.
Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai jalur evakuasi, pintu keluar darurat, serta prosedur penanganan keadaan darurat, penerapan prinsip safety first di Kompleks Parlemen diharapkan tidak berhenti pada sosialisasi, tetapi menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari (red)

Berita terkait