JAKARTA, BERITA SENAYAN – Ketua Umum DPP Pengajian Al-Hidayah, Hetifah Sjaifudian, mengajak seluruh jajaran pengurus dan anggota Pengajian Al-Hidayah di seluruh Indonesia mengedepankan prinsip tabayun dalam menyikapi berbagai informasi politik, khususnya isu Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar yang belakangan beredar.

Hetifah menegaskan, Pengajian Al-Hidayah tetap solid dan berkomitmen mendukung kepemimpinan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia. Ia meminta seluruh anggota tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas sumber maupun kebenarannya.

“Pengajian Al-Hidayah tetap solid dan mendukung penuh kepemimpinan Bapak Bahlil Lahadalia sebagai Ketua Umum Partai Golkar. Kami mengajak seluruh pengurus dan anggota Pengajian Al-Hidayah untuk tetap tenang, menjaga persatuan, serta tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya,” tegas Hetifah, Minggu (08/11).

Menurutnya, sebagai organisasi yang berlandaskan nilai-nilai Islam, Pengajian Al-Hidayah memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan setiap informasi diperiksa kebenarannya sebelum dipercaya maupun disebarluaskan.

Hetifah Ingatkan Pentingnya Tabayun di Tengah Isu Munaslub Golkar

Hetifah menjelaskan, tabayun merupakan prinsip penting dalam ajaran Islam yang mengajarkan umat untuk memeriksa dan memastikan kebenaran informasi sebelum mengambil sikap. Prinsip tersebut dinilai relevan diterapkan dalam menghadapi dinamika politik, termasuk isu Munaslub Partai Golkar.

Ia mengingatkan agar pengurus dan anggota Pengajian Al-Hidayah tidak ikut menyebarkan kabar yang belum terverifikasi. Perbedaan pandangan, menurutnya, merupakan hal yang dapat terjadi dalam kehidupan organisasi, tetapi tidak boleh mengorbankan persatuan dan persaudaraan.

“Dalam ajaran Islam, tabayun adalah prinsip yang sangat penting. Jangan mudah percaya pada kabar yang belum terverifikasi, apalagi ikut menyebarkannya. Perbedaan pandangan boleh saja terjadi, tetapi ukhuwah, persatuan, dan kepentingan organisasi harus tetap kita jaga,” ujarnya.

Hetifah juga menegaskan bahwa Pengajian Al-Hidayah memiliki ikatan sejarah dan komitmen untuk terus berkontribusi dalam membesarkan Partai Golkar. Namun, organisasi tersebut tetap harus menjalankan peran sosial dan keagamaannya di tengah masyarakat.

Pengajian Al-Hidayah Fokus Dakwah dan Pemberdayaan Perempuan

Lebih lanjut, Hetifah menyatakan Pengajian Al-Hidayah akan terus memperkuat konsolidasi dan sinergi dengan Partai Golkar di bawah kepemimpinan Bahlil Lahadalia.

Ia menekankan bahwa organisasi tidak boleh menghabiskan energi untuk menanggapi spekulasi yang tidak produktif. Sebaliknya, seluruh jajaran pengurus dan anggota perlu memprioritaskan kegiatan dakwah, penguatan pendidikan keluarga, serta pemberdayaan perempuan.

“Di bawah kepemimpinan Bapak Bahlil Lahadalia, kami berkomitmen untuk terus memperkuat konsolidasi dan sinergi dengan Partai Golkar. Pengajian Al-Hidayah harus tetap fokus menjalankan dakwah, memperkuat pendidikan keluarga, memberdayakan perempuan, serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” lanjutnya.

Hetifah juga mengajak seluruh anggota menjaga ukhuwah, memperkuat kebersamaan, dan menjalankan pengabdian dengan penuh keikhlasan. Menurutnya, soliditas organisasi harus diwujudkan melalui kerja nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Pengajian Al-Hidayah akan tetap istiqamah dalam pengabdian dan solid mendukung kepemimpinan Bapak Bahlil Lahadalia,” tegas Hetifah.

Ia berharap seluruh jajaran Pengajian Al-Hidayah tetap menjaga persatuan, mengedepankan sikap tabayun, dan konsisten menjalankan program sosial serta keagamaan di tengah masyarakat (red)