JAKARTA, BERITA SENAYAN – Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menyoroti penerapan prosedur publikasi identitas tersangka dalam kasus dugaan kekerasan terhadap seorang perempuan di Mal Senayan City, Jakarta.

Habiburokhman meminta kepolisian menerapkan standar yang konsisten dalam hal publikasi identitas maupun ekspos wajah tersangka, sebagaimana dilakukan terhadap tersangka dalam perkara pidana lainnya.

Menurutnya, konsistensi prosedur menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proses penegakan hukum. Habiburokhman mengatakan tidak boleh ada perbedaan perlakuan dalam proses hukum hanya karena suatu perkara mendapat perhatian besar dari publik.

“Terkait dengan publikasi identitas atau ekspos wajah tersangka, kami meminta agar perlakuan terhadap pelaku ini sama persis dengan tersangka-tersangka tindak pidana lainnya,” kata Habiburokhman di Jakarta, Jumat (18/9/2026).

Ia menegaskan bahwa standar penanganan perkara perlu diterapkan secara konsisten sesuai prosedur yang berlaku.

“Jika dalam prosedur standar penanganan kasus serupa tersangka lain wajahnya diekspos ke publik, maka pelaku ini juga wajib dilakukan ekspos wajah,” ujarnya.

Kasus Bermula dari Video CCTV Viral

Kasus tersebut menjadi perhatian setelah rekaman CCTV yang memperlihatkan seorang pria diduga menendang perempuan di area gerai makanan Mal Senayan City beredar di media sosial. Dalam video tersebut, korban terlihat berada di area gerai sebelum pria yang berada di belakangnya diduga melakukan tindakan penendangan hingga korban terjatuh.

Rekaman itu kemudian menyebar luas dan memicu perhatian masyarakat. Menindaklanjuti laporan dan informasi yang berkembang, Polda Metro Jaya bergerak melakukan penyelidikan terhadap kejadian tersebut.

Tim Opsnal Subdit IV/Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya kemudian mengamankan pria berinisial R (44) di wilayah Penjaringan, Jakarta Utara, pada Jumat (18/9/2026) dini hari. R selanjutnya dibawa ke Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Penyidik masih mengumpulkan barang bukti serta mendalami kronologi dan motif kejadian. Polisi juga telah memeriksa empat orang saksi. Kepolisian mengimbau masyarakat tidak berspekulasi mengenai motif kejadian sebelum proses penyidikan selesai.

Habiburokhman Apresiasi Gerak Cepat Polisi

Di tengah sorotan terhadap kasus tersebut, Habiburokhman mengapresiasi langkah cepat Polda Metro Jaya mengamankan pria yang diduga terlibat.

“Kami mengapresiasi gerak cepat jajaran Polda Metro Jaya yang berhasil menangkap pelaku penendangan terhadap seorang perempuan di kawasan Senayan City, Jakarta,” kata Habiburokhman.

Menurutnya, respons cepat aparat penting untuk menjawab keresahan masyarakat setelah video kejadian tersebut menjadi perhatian publik. Namun, ia menilai kecepatan penangkapan perlu diikuti proses hukum yang transparan dan sesuai ketentuan.

Polda Metro Jaya menyampaikan bahwa perempuan yang menjadi korban mengalami syok atau trauma akibat kejadian tersebut. Korban telah mendapatkan pemeriksaan dan pendampingan setelah peristiwa tersebut.

Habiburokhman meminta proses hukum tidak hanya berorientasi pada penanganan terhadap terduga pelaku, tetapi juga memastikan korban memperoleh keadilan. Menurutnya, penanganan yang transparan diperlukan agar masyarakat dapat melihat bahwa perkara tersebut diproses berdasarkan ketentuan hukum.

Komisi III DPR Akan Kawal Perkara

Habiburokhman memastikan Komisi III DPR RI akan terus mengawal perkembangan kasus tersebut. Pengawalan itu, kata dia, ditujukan untuk memastikan korban mendapatkan keadilan sekaligus mendorong penegakan hukum yang konsisten.

“Komisi III DPR RI akan terus mengawal kasus ini untuk memastikan korban mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya serta memberikan efek jera bagi pelaku kekerasan serupa di masa mendatang,” pungkasnya.

Bagi Habiburokhman, konsistensi penerapan prosedur, termasuk terkait publikasi identitas tersangka, menjadi bagian dari upaya menjaga kepercayaan publik terhadap penegakan hukum (red)