JAKARTA, BERITA SENAYAN – Pengamat politik Hendri Satrio alias Hensa menilai Partai Gerindra menjadi salah satu pilihan paling aman bagi Presiden Prabowo Subianto dalam menentukan calon wakil presiden untuk Pilpres 2029.

Menurut Founder Lembaga Survei KedaiKOPI tersebut, keputusan memilih kader Gerindra bukan hanya berkaitan dengan kebutuhan politik pada Pilpres 2029, tetapi juga menyangkut masa depan partai menuju Pemilu 2034.

“Kenapa saya sebut Gerindra? Karena Prabowo saya yakin akan membesarkan Gerindra untuk bertarung lebih jauh di 2034. Kalau sampai dia pilih tokoh dari partai lain, dia artinya membesarkan partai lain,” kata Hensa, Jumat (11/9/2026).

Prabowo Dinilai Tak Ingin Besarkan Partai Lain

Hensa melihat terdapat konsekuensi politik jika Prabowo memilih calon wakil presiden yang berasal dari partai lain.

Pilihan tersebut berpotensi memberikan keuntungan elektoral kepada partai asal calon pendampingnya, terutama jika pasangan tersebut kembali memenangkan Pilpres 2029.

Sebaliknya, memilih kader sendiri dinilai dapat memperkuat posisi Gerindra sekaligus menjaga kesinambungan kekuatan politik Prabowo hingga 2034.

“Intinya, saya yakin kalau Pak Prabowo tidak akan membiarkan dirinya membesarkan partai lain selain Gerindra,” ujar Hensa.

Hensa menyebut Prabowo memiliki sejumlah pilihan dari internal Gerindra yang dapat dipertimbangkan untuk mendampinginya.

Nama yang disebut antara lain Menteri Luar Negeri sekaligus Sekjen Gerindra Sugiono, Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono, serta Menteri Koperasi Ferry Juliantono.

Selain itu, Hensa juga memasukkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sebagai salah satu figur yang berpotensi dipertimbangkan.

“Tokohnya kalau di Gerindra ada Menteri Luar Negeri Sugiono yang kini juga jadi Sekjen Gerindra, Sudaryono yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional, ada Menteri Koperasi Ferry Juliantono, dan juga bisa saja memilih Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang basis massanya juga tak bisa dibilang kecil,” kata Hensa.

Nonpartai Tetap Jadi Alternatif

Meski menilai Gerindra sebagai pilihan aman, Hensa mengatakan Prabowo tetap memiliki opsi memilih tokoh nonpartai.

Ia menyebut Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman sebagai sejumlah figur yang berpotensi dilirik.

Hensa menilai tokoh nonpartai dapat menjadi pilihan karena tidak membawa kepentingan elektoral partai tertentu dan dapat lebih fokus menjalankan pemerintahan.

“Prabowo di 2029 mungkin sepertinya bisa saja tidak memilih Gibran lagi, menurut saya dia mungkin akan memilih tokoh dari partainya sendiri, Gerindra, atau tokoh non-partai yang tidak memiliki ambisi politik besar sehingga bisa fokus bekerja,” ungkapnya.

Hensa menilai penentuan calon wakil presiden 2029 akan menjadi keputusan strategis bagi Prabowo. Sebab, figur yang dipilih tidak hanya akan memengaruhi kontestasi Pilpres 2029, tetapi juga dapat menentukan arah kekuatan politik menjelang Pemilu 2034.

“Jika memilih dari partai lain sama saja ia membesarkan partai orang lain yang nanti jika kepilih dan sedang menjabat sudah bisa jadi oposisi sebelum periode pemerintahan selesai,” pungkas Hensa (red)