JAKARTA, BERITA SENAYAN – Pengamat politik Nurul Fatta menilai peluang Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk maju dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 masih sangat terbuka.
Menurutnya, meski elektabilitas Ketua Umum Partai Demokrat tersebut belum berada di posisi teratas, AHY masih memiliki modal popularitas yang dapat dikembangkan untuk menghadapi kontestasi politik mendatang.
“AHY maju di Pilpres 2029 bukan hal yang tidak mungkin. AHY masih masuk radar top of mind berdasarkan sejumlah survei. Meski posisinya di urutan keempat hingga kelima,” kata Nurul Fatta dikutip Jumat (11/9/2026).
Elektabilitas Bisa Ditingkatkan Bertahap
Nurul mengatakan, elektabilitas AHY masih dapat ditingkatkan melalui strategi komunikasi politik yang konsisten dan dilakukan secara bertahap.
Salah satu langkah yang dapat ditempuh, kata dia, adalah menjaga kemunculan AHY di ruang publik melalui pidato maupun pernyataan yang menunjukkan sikap kritis terhadap berbagai persoalan.
“Soal elektabilitas itu kan bisa diusahakan step by step. Posisi ini berpeluang ditingkatkan bertahap melalui strategi komunikasi yang konsisten, seperti pidato-pidato yang mengandung kritik,” ujarnya.
Menurut Nurul, eksposur publik yang terjaga dapat membantu AHY membangun citra politik sekaligus memperkuat daya jangkaunya di tengah masyarakat.
Demokrat Diminta Tak Hanya Andalkan Pemerintah
Nurul menilai, menjaga ritme komunikasi publik menjadi tantangan penting bagi AHY dan Partai Demokrat menuju Pilpres 2029.
Ia mengatakan, Demokrat tidak cukup hanya menjaga hubungan baik dengan Presiden Prabowo Subianto atau mendukung kebijakan pemerintah.
“Menjaga ritme eksposur publik dan komunikasi ke semua poros itu penting dilakukan. Tantangan utama Demokrat bukan sekadar menjaga komunikasi dengan Prabowo dan mendukung kebijakan pemerintah,” jelasnya.
Menurutnya, AHY dan Partai Demokrat harus tetap aktif membangun komunikasi politik dengan berbagai kelompok dan poros kekuasaan yang relevan dengan peta politik nasional.
Nama AHY Harus Tetap Hadir di Publik
Nurul menekankan pentingnya menjaga agar nama AHY dan Partai Demokrat tidak hilang dari ruang publik.
Selain itu, komunikasi yang seimbang dengan seluruh poros politik juga diperlukan untuk memperkuat posisi Demokrat menghadapi dinamika menuju 2029.
“Tapi juga menjaga agar nama AHY dan partai tidak pernah absen dari ruang publik, sekaligus merawat komunikasi seimbang dengan seluruh poros kekuasaan yang relevan bagi peta politik 2029,” pungkas Nurul (red)

Berita terkait