JAKARTA, BERITA SENAYAN – Bismillahirrahmanirrahim. Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Salam sejahtera bagi kita semua. Shalom, Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan.
Yang saya hormati, penggagas dan para pendiri Partai Demokrat, para senior, para pengurus, para anggota legislatif dan kepala daerah dari Partai Demokrat serta seluruh kader Demokrat dimanapun berada.
Marilah kita mengucapkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunia-Nya, malam ini kita dapat berkumpul untuk memperingati 25 tahun perjalanan Partai Demokrat. Namun, di tengah kebersamaan dan rasa syukur malam ini, kita juga turut berduka atas bencana yang menimpa saudara-saudara kita di berbagai daerah.
Atas nama pimpinan Partai Demokrat, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh kader Demokrat yang telah turun tangan membantu masyarakat yang terdampak. Teruslah hadir, ringankan beban mereka karena dalam situasi seperti inilah arti solidaritas dan kemanusiaan benar-benar terasa.
Para kader Demokrat yang saya cintai dan banggakan.
Setiap hari perjuangan politik kita diuji. Bukan oleh seberapa keras kita bicara, bukan oleh seberapa banyak janji yang kita sampaikan, bukan pula oleh seberapa besar kekuasaan yang kita miliki. Pada akhirnya, politik harus diuji dengan satu pertanyaan sederhana : Apakah kehidupan rakyat menjadi lebih baik?
Harapan rakyat sesungguhnya sederhana. Hidup hari ini harus lebih baik dari kemarin. Dan hidup hari esok harus lebih baik dari hari ini. Itulah ukuran paling jujur bagi setiap pemimpin politik, setiap partai politik, dan setiap pemerintahan.
Perjalanan seperempat abad Partai Demokrat juga mengajarkan kepada kita bahwa kepercayaan rakyat tidak diwariskan. Kepercayaan rakyat harus diperjuangkan setiap hari melalui gagasan yang relevan, kebijakan yang berpihak dan terutama kerja nyata yang manfaatnya dirasakan oleh rakyat. Karena itu, tujuan politik bukan sekedar memenangkan kekuasaan. Tujuan politik adalah memenangkan masa depan rakyat.
Saudara-saudara, untuk memahami kemana kita harus melangkah, kita juga perlu mengingat dari mana perjalanan ini bermula. Partai Demokrat lahir pada tahun 2001, tidak lama setelah Indonesia memasuki era reformasi. Kita tentu masih mengingat mengapa reformasi terjadi. Indonesia ketika itu menghadapi krisis multidimensi. Mulai dari krisis ekonomi, berkembang menjadi krisis politik sosial, hukum, keamanan, hingga krisis kepercayaan. Reformasi hadir untuk mengoreksi pemusatan kekuasaan yang berlebihan, praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme, lemahnya supremasi hukum, terbatasnya kebebasan dan partisipasi rakyat serta terlibatnya militer dan kepolisian dalam politik kekuasaan dan tidak netralnya aparatur negara dalam kehidupan politik.
Salah satu amanah penting reformasi adalah memastikan alat dan aparatur negara berdiri di atas semua golongan. TNI, Polri, Intelijen, Penegak Hukum, ASN, dan seluruh aparatur negara harus profesional dan netral termasuk dalam setiap pemilu. Mereka semua adalah milik rakyat, milik kita semua.
Kita mengingat sejarah bukan untuk kembali ke masa lalu, tetapi untuk mengambil pelajarannya bagi masa depan. Bahwa kekuasaan harus diawasi, hukum harus berlaku adil, korupsi harus dilawan dan kedaulatan rakyat harus dijaga dan dihormati. Karena Partai Demokrat lahir dari semangat reformasi, amanah ini menjadi bagian dari jati diri dan tanggung jawab sejarah kita. Inilah relevansi Partai Demokrat hingga hari ini, hingga kapanpun.
Namun, zaman terus bergerak. Tantangan pemerintah dan harapan rakyat juga berubah. Karena itu, malam ini saya ingin menegaskan tiga agenda perjuangan yang harus menjadi pedoman seluruh kader Partai Demokrat dari pusat hingga daerah.
Pertama, memajukan ekonomi. Kedua, menegakkan keadilan. Dan ketiga, menjaga demokrasi.
Para kader Partai Demokrat, kita mulai dari ekonomi. Saya meminta seluruh kader Demokrat untuk sungguh-sungguh mendengarkan persoalan rakyat di kampung-kampung, di pasar, di tempat kerja, di ruang-ruang pertemuan maupun di media sosial.
Harus kita akui dengan jujur, masih banyak keluarga yang bekerja keras tetapi merasa hidup belum semakin mudah. Harga kebutuhan sehari-hari masih menekan, mendapatkan pekerjaan yang layak tidak selalu mudah. Banyak keluarga harus bekerja keras agar penghasilan mereka mampu mengejar biaya hidup yang terus bertambah. Itulah yang saya dengarkan langsung dari para pelaku UMKM, pekerja informal, termasuk pengemudi Ojol, ibu-ibu rumah tangga, generasi muda dan kelompok masyarakat lainnya.
Survei-survei nasional juga menunjukkan bahwa harga kebutuhan pokok, pemberantasan korupsi, lapangan pekerjaan dan kemiskinan masih menjadi perhatian utama rakyat. Tekanan itu nyata. Lapangan pekerjaan yang berkualitas belum cukup, daya beli banyak keluarga masih tertekan, kelas menengah menghadapi biaya hidup yang semakin berat, banyak UMKM masih berjuang memperluas pasar dan meningkatkan skala usahanya, dan di berbagai wilayah kesempatan ekonomi serta kualitas pelayanan dasar belum sama.
Kita tidak boleh mengabaikannya. Jangan menjauh dari kenyataan. Dengarkan, pahami, dan perjuangkan jalan keluarnya. Sebab di balik setiap angka ekonomi, ada kehidupan manusia.
Pada bulan April, saya mengunjungi desa Tanjung Kait Kabupaten Tangerang, Banten. Kemudian pada bulan Agustus saya mengunjungi desa Campurejo, Gresik, Jawa Timur. Di kedua tempat itu. saya melihat bagaimana pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha dan masyarakat sipil bekerja bersama memperbaiki kualitas permukiman dan kehidupan keluarga nelayan.
Masyarakat menceritakan rasa syukurnya karena keluarganya tidak perlu terus berpindah-pindah kontrakan. Tempat tinggalnya kini tidak lagi kebanjiran. Mudah mendapatkan akses air bersih sehingga hidup terasa lebih nyaman.
Cerita itu sederhana, tapi mengingatkan kita bahwa rumah lebih dari sekedar bangunan. Rumah adalah tempat keluarga merasa aman, anak-anak tumbuh dan kehidupan dibangun. Karena itu, infrastruktur bukan tujuan akhir. Infrastruktur adalah jalan untuk memperbaiki kehidupan manusia.
Saudara-saudara.
Indonesia tidak hidup sendirian. Ketegangan geopolitik, perubahan rantai pasok, perkembangan teknologi dan persaingan ekonomi dunia akan terus mempengaruhi kehidupan kita. Karena itu, Indonesia harus membangun ketahanan dan kemandirian terutama di bidang pangan, energi dan air, memperkuat daya saing, memperluas konektivitas serta memastikan pembangunan semakin merata.
Namun, ukurannya harus jelas. Bukan hanya seberapa besar ekonomi tumbuh, tetapi seberapa banyak rakyat ikut tumbuh bersamanya. Pembangunan harus membuka pusat-pusat pertumbuhan baru, memperluas lapangan pekerjaan dan menghadirkan kesejahteraan yang semakin merata di seluruh wilayah Indonesia. Kesejahteraan untuk semua.
Kekayaan sumber daya alam harus kita olah menjadi nilai tambah dan pekerjaan. Tetapi pembangunan tidak boleh mengorbankan lingkungan. Jangan sampai generasi kita menikmati pertumbuhan hari ini, sementara generasi berikutnya mewarisi kerusakannya. Inilah keadilan antar generasi.
Kita juga mendukung Gerakan Indonesia Asri yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Persoalan sampah, sungai yang kotor, udara dan air yang tercemar serta lingkungan yang tidak tertata. Bukan sekedar persoalan kebersihan. Ini menyangkut kesehatan, kualitas hidup, daya saing daerah bahkan pariwisata dan lapangan pekerjaan.
Sejatinya ini merupakan cerminan peradaban bangsa yang dari masa ke masa harus terus kita bangun dan majukan. Partai Demokrat juga telah bergerak melalui Gerakan Langit Biru Indonesia Asri dan Gerakan Ayo Muliakan Sungai.
Mari jadikan lingkungan yang aman, sehat, resik dan indah sebagai gerakan bersama.
Para kader Demokrat yang saya banggakan.
Hari ini Partai Demokrat menjadi bagian dari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Kebijakan yang sungguh baik bagi rakyat harus kita dukung dan kawal. Yang belum sempurna, kita bantu perbaiki. Dan kita harus tetap jujur terhadap kenyataan yang dirasakan rakyat. Sebab yang kita perjuangkan bukan semata-mata keberhasilan satu partai. Yang kita perjuangkan adalah keberhasilan Indonesia.
Program-program strategis pemerintah yang nyata-nyata meningkatkan kesejahteraan rakyat di seluruh tanah air, harus kita kawal agar tepat sasaran, tata kelolanya baik, tidak terjadi penyalahgunaan anggaran, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan rakyat.
Para pejuang Demokrat di seluruh tanah air
Dalam agenda ekonomi ada tiga prioritas yang harus terus kita perjuangkan. Pertama, menciptakan pekerjaan yang berkualitas. Investasi, industri, hilirisasi ekonomi kreatif, ekonomi digital dan industri masa depan harus terus kita dorong. Tetapi, jangan hanya menghitung nilai investasinya. Hitung juga pekerjaan yang tercipta dan kehidupan keluarga yang menjadi lebih baik. Sebab pekerjaan bukan sekedar sumber penghasilan. Pekerjaan memberikan kemandirian, harga diri, dan harapan.
Kedua, menjaga daya beli dan memperkuat ekonomi keluarga. Daya beli harus kita jaga agar kerja keras keluarga tidak habis hanya untuk mengejar biaya hidup dalam kehidupan sehari-hari. Kaum perempuan memegang peran yang sangat penting dalam menjaga ketahanan ekonomi keluarga. Banyak diantara mereka sekaligus menjalankan usaha dari warung hingga perdagangan dan ekonomi digital. Banyak UMKM Indonesia tumbuh dan bertahan berkat kerja keras perempuan. Karena itu, kita harus membantu usaha kecil berkembang melalui modal, keterampilan, teknologi, dan akses pasar. Ketika perempuan semakin berdaya secara ekonomi, keluarga ikut kuat, dan ekonomi Indonesia bertambah kuat.
Kita juga harus memberikan perhatian, perhatian yang serius kepada kelas menengah. Mereka bekerja, mereka membayar pajak, membesarkan anak, membangun usaha, menggerakkan perekonomian dan banyak diantara mereka menciptakan lapangan pekerjaan. Mereka yang berani membuka usaha dan menciptakan lapangan pekerjaan adalah para pahlawan lapangan kerja Indonesia. Jangan sampai kelas menengah yang telah berjuang memperbaiki kehidupannya, justru kembali tertekan.
Ketiga, membuka jalan agar semakin banyak rakyat Indonesia hidup lebih sejahtera. Kemajuan tidak cukup diukur dari pertumbuhan ekonomi. kita juga ingin terus melihat semakin banyak keluarga keluar dari kemiskinan, pekerja meningkatkan keterampilan dan penghasilannya, serta UMKM berkembang menjadi usaha yang lebih besar. Itulah ekonomi naik kelas. Ekonomi yang tidak hanya membuat angka naik, tetapi juga membuat kehidupan rakyat ikut naik.
Pendapatan petani dan nelayan harus meningkat. Buruh dan pekerja harus semakin sejahtera. Guru dan tenaga kesehatan harus semakin dihargai dan semakin sejahtera. UMKM harus berkembang. Perempuan dan pekerja ekonomi digital harus memperoleh peluang yang lebih besar. Bantuan harus menjadi jembatan menuju kemandirian. Tugas kita membuka jalan agar mereka semakin berdaya, karena rakyat Indonesia tidak sekedar ingin dibantu. Mereka ingin mendapatkan peluang untuk maju.
Saudara-saudara, beberapa waktu lalu dalam pembekalan tim Ekspedisi Patriot, seorang peserta dari Sulawesi Tenggara berdiri dan menyampaikan kritik.
Saya justru senang mendengarnya. Generasi muda tidak boleh kita didik hanya untuk mengangguk. Saya menyampaikan kepadanya, pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus mau mendengar. Jika ditemukan pelanggaran terhadap hak masyarakat, negara harus melindungi. Jika ditemukan pelanggaran hukum, maka hukum harus ditegakkan.
Bagi saya, keadilan tidak mengenal statistik. Sebidang tanah mungkin terlihat kecil bagi sebuah perusahaan, tetapi bagi sebuah keluarga, tanah itu bisa berarti segala-galanya.
Inilah generasi yang ingin kita siapkan. Kritis tetapi mau turun ke lapangan. Berani menunjukkan masalah, tetapi juga ikut mencari jalan keluar.
Generasi milenial dan Gen Z harus memiliki kesempatan untuk membawa Indonesia lebih jauh dan lebih baik daripada generasi kami. Satu generasi satu lompatan. Dan disinilah ekonomi bertemu dengan agenda kedua perjuangan kita, yaitu menegakkan keadilan.
Para kader demokrat. Keadilan bukan berarti setiap orang mendapatkan hasil yang sama. Keadilan berarti setiap orang mempunyai peluang yang adil untuk maju. Kita tidak memilih dimana kita dilahirkan atau siapa orang tua kita. Tetapi masa depan seseorang tidak boleh ditentukan oleh keadaan ketika ia dilahirkan.
Anak di Aceh maupun di Papua, harus mempunyai peluang yang sama untuk maju seperti anak di Jakarta. Anak yang lahir dari keluarga kurang mampu, juga harus mempunyai kesempatan memperoleh pendidikan terbaik. Karena itu, kita dukung penuh dan kawal program Sekolah Rakyat serta revitalisasi madrasah dan pondok pesantren agar semakin banyak anak Indonesia mendapatkan kesempatan untuk mengubah masa depannya melalui pendidikan.
Selain itu, setiap warga negara harus mendapatkan perlakuan yang sama di hadapan hukum. Rakyat mungkin dapat menerima bahwa kehidupan tidak selalu mudah. Tapi rakyat akan sulit menerima, apabila hukum tidak berlaku sama. Hukum tidak boleh berubah karena nama, jabatan, kekayaan ataupun kedekatan dengan kekuasaan. Prinsip itu harus dimulai dari diri kita sendiri.
Kader Demokrat tidak boleh meminta perlakuan istimewa di hadapan hukum. Kita tidak boleh membela yang salah hanya karena ia kawan dan jangan menyerang yang benar hanya karena ia lawan. Pemberantasan korupsi harus terus menjadi komitmen kita bersama.
Karena itu, Partai Demokrat mendukung tekad Presiden Prabowo untuk menutup kebocoran kekayaan negara. Kekayaan negara yang berhasil diselamatkan, harus kembali sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat. Penggunaan keuangan negara untuk mendukung proyek-proyek strategis nasional, harus kita jaga akuntabilitasnya.
Cegah penyimpangan dan korupsi agar tidak menjadi sumber kebocoran negara yang baru. Ingat, ketertiban penggunaan uang negara dan tata kelola yang bersih pada akhirnya adalah persoalan kepercayaan.
Rakyat membutuhkan kepastian. Dunia usaha membutuhkan kepastian. Negara membutuhkan kepercayaan. Tidak ada ekonomi yang kuat, tidak ada ekonomi yang sehat, tanpa hukum yang dapat dipercaya. Dan tidak ada demokrasi yang kuat apabila rakyat kehilangan keyakinan terhadap keadilan.
Keadilan juga harus kita lihat lintas wilayah. Pembangunan tidak boleh hanya terkonsentrasi di tempat-tempat yang sudah maju. Infrastruktur dan konektivitas harus membuka pusat-pusat pertumbuhan baru. Pendidikan dan layanan kesehatan harus semakin merata. Kesempatan ekonomi harus hadir lebih dekat kepada rakyat. Dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Bali dan Nusa Tenggara hingga Papua, khususnya di daerah-daerah terluar, terdepan, tertinggal dan perbatasan.
Para kader Demokrat yang saya cintai dan banggakan.
Ekonomi membuka jalan untuk maju. Keadilan memastikan jalan itu terbuka bagi semua. Dan demokrasi memastikan rakyat tetap memiliki suara untuk menentukan arah bangsa. Karena itu, agenda ketiga kita adalah menjaga demokrasi.
Demokrasi tidak boleh berhenti pada prosedur dan penyelenggaraan pemilu. Demokrasi membutuhkan pemerintahan yang bertanggung jawab, hukum yang dipercaya, pers dan masyarakat sipil yang bebas, serta checks and balances yang sehat. Demokrasi yang sehat membutuhkan pemerintahan yang kuat dan efektif sekaligus terbuka terhadap kritik, menghormati perbedaan, menjunjung hukum dan selalu siap mempertanggung jawabkan setiap keputusan kepada rakyat.
Pelajaran reformasi juga harus kita jaga dalam setiap pemilu ke depan. Pemilu harus berlangsung jujur, adil, bebas dan demokratis .TNI, Polri, Intelijen, Penegak Hukum, ASN dan seluruh aparatur negara harus profesional dan netral. Fasilitas negara harus digunakan untuk kepentingan rakyat bukan untuk kepentingan politik praktis. Setiap peserta pemilu harus memperoleh perlakuan yang adil. Siapapun yang menang, harus menang karena mendapatkan kepercayaan rakyat. Dan siapapun yang kalah harus menghormati kehendak rakyat.
Partai Demokrat pernah memimpin pemerintahan dan pernah berada di luar pemerintahan. Kita pernah menang dan pernah kalah. Pengalaman itu mengajarkan bahwa demokrasi harus kita jaga dalam keadaan apapun. Hakikatnya, pemilu adalah milik rakyat. Jangan dihalang-halangi hak rakyat untuk memilih dan untuk dipilih.
Kita patut belajar, kita patut belajar dari 10 tahun pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Termasuk ketika pergantian kekuasaan berlangsung damai dan demokratis setelah 2 periode. Kekuasaan bukan milik seseorang untuk selamanya. Kekuasaan adalah amanah rakyat yang memiliki batas waktu.
Para pejuang Demokrat di seluruh tanah air.
Kekuasaan datang dan pergi. Jabatan ada batas waktunya, dan pemilu memiliki siklusnya. Tetapi tanggung jawab pada rakyat tidak pernah selesai. Karena itu, malam ini saya tidak ingin mengajak kita sekedar merayakan apa yang telah kita capai selama 25 tahun, saya ingin mengajak kita bertanya, apa yang akan kita kerjakan setelah hari ini?
25 tahun pertama adalah sejarah. 25 tahun berikutnya adalah tanggung jawab kita.
Kepada kader demokrat yang berada di pemerintahan, gunakan kekuasaan untuk melayani. Kepada kader demokrat di parlemen, perjuangkan kebijakan, legislasi, dan anggaran yang berpihak kepada rakyat. Hadirkan pemerintahan yang bersih, efektif, dan dekat dengan masyarakat.
Kepada para pengurus dan kader di akar rumput, dengarkan dan dampingi rakyat. Dan kepada kader-kader muda demokrat, siapkan diri, belajar, bekerja, jaga integritas dan hadirkan politik yang membawa harapan.
Masa depan Indonesia tidak ditentukan oleh satu orang, satu partai, ataupun satu generasi. Masa depan Indonesia ditentukan oleh apa yang kita kerjakan bersama oleh jutaan rakyat yang bekerja, berusaha, mendidik, merawat, dan membangun negeri ini setiap hari. Merekalah Indonesia.
Karena itu kepada seluruh kader Partai Demokrat saya meminta satu hal, jangan hanya hadir ketika kita membutuhkan suara rakyat. Hadirlah ketika rakyat membutuhkan kerja kita. Jangan tanyakan, jangan tanyakan apa yang dapat kita peroleh dari politik. Tanyakan apa yang dapat kita berikan melalui politik.
Jangan ukur perjuangan hanya dari berapa kursi yang kita menangkan. Ukur juga dari berapa banyak kehidupan yang berhasil kita perbaiki. Itulah arti Demokrat bersama rakyat. Bukan sekedar berada di tengah rakyat, tetapi bekerja untuk rakyat. Bukan semata-mata agar Partai Demokrat semakin besar, tetapi agar Indonesia semakin maju. Bukan semata-mata untuk memenangkan pemilu berikutnya, tetapi untuk memenangkan masa depan generasi berikutnya. Mari, mari menangkan masa depan. Partai Demokrat bersama rakyat. Selamat hari ulang tahun ke-25 Partai Demokrat.
Dirgahayu Partai Demokrat.
Teruslah bekerja. Teruslah mengabdi. Teruslah bersama rakyat. Tuhan bersama kita. Terima kasih.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh (red)

Berita terkait