JAKARTA, BERITA SENAYAN – Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, Syafiuddin Asmoro, menegaskan pembangunan ribuan jembatan yang tengah digencarkan pemerintah harus menjadi solusi nyata bagi keselamatan masyarakat, terutama anak-anak sekolah yang selama ini masih menghadapi risiko akibat minimnya infrastruktur penghubung yang layak.
Menurut Syafiuddin, target pembangunan 5.000 jembatan hingga akhir 2026 merupakan langkah positif yang patut diapresiasi. Namun, ia menekankan bahwa pembangunan tersebut harus diprioritaskan pada wilayah-wilayah yang selama ini memiliki akses transportasi berisiko tinggi.
“Kita berharap tidak ada lagi anak-anak sekolah yang harus menyeberangi sungai atau bergelantungan di jembatan gantung yang rusak demi bisa mendapatkan pendidikan. Infrastruktur harus hadir untuk memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi masyarakat,” ujar Syafiuddin, Kamis (25/6/2026).
Legislator asal Daerah Pemilihan Jawa Timur XI itu mengatakan masih banyak daerah terpencil yang menghadapi keterbatasan akses akibat kondisi jembatan yang rusak atau bahkan belum tersedia sama sekali. Kondisi tersebut tidak hanya menghambat aktivitas ekonomi warga, tetapi juga mengancam keselamatan pelajar yang harus menempuh perjalanan setiap hari.
Ia menilai pembangunan jembatan tidak boleh dipandang semata sebagai proyek fisik, melainkan sebagai instrumen untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan memperluas akses terhadap layanan dasar.
Menurut Syafiuddin, keberadaan jembatan yang aman dan memadai akan membantu masyarakat menjangkau fasilitas pendidikan, kesehatan, serta pusat-pusat ekonomi dengan lebih cepat dan efisien.
Selain itu, pembangunan infrastruktur yang merata juga diyakini dapat mengurangi kesenjangan pembangunan antara wilayah perkotaan dan daerah pelosok.
“Masih banyak daerah yang membutuhkan jembatan yang layak. Dengan adanya jembatan yang baik, jarak antarwilayah menjadi lebih dekat dan aktivitas masyarakat menjadi lebih mudah,” katanya.
Tak hanya fokus pada pembangunan jembatan, Syafiuddin juga meminta pemerintah mempercepat pembangunan dan perbaikan jalan yang menjadi akses pendukung konektivitas antarwilayah.
Menurutnya, masih banyak ruas jalan di daerah terpencil yang sulit dilalui, terutama saat musim hujan. Karena itu, pembangunan jalan dan jembatan harus dilakukan secara terintegrasi agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat.
Syafiuddin berharap program pembangunan infrastruktur yang dijalankan pemerintah dapat terus diperluas sehingga tidak ada lagi masyarakat yang harus mempertaruhkan keselamatannya akibat keterbatasan akses transportasi.
“Pembangunan harus benar-benar dirasakan sampai ke pelosok. Infrastruktur yang baik bukan hanya mempercepat mobilitas, tetapi juga melindungi keselamatan masyarakat,” pungkasnya (red)

Berita terkait