JAKARTA, BERITA SENAYAN – Wakil Ketua Komisi X DPR RI Fraksi PKB, Lalu Hadrian Irfani, menilai rencana pemberian empat unit smart board atau Interactive Flat Panel (IFP) bagi sekolah-sekolah Nahdlatul Ulama (NU) dapat menjadi momentum memperkuat transformasi pembelajaran berbasis teknologi.
Menurut Lalu Hadrian, fasilitas tersebut dapat membantu sekolah NU menghadirkan metode pembelajaran yang lebih interaktif, modern, dan menarik bagi peserta didik.
“Kita mendukung rencana Presiden Prabowo memberikan smart board atau Interactive Flat Panel kepada sekolah-sekolah NU. Ini harus kita lihat sebagai bentuk keberpihakan pemerintah terhadap pendidikan NU,” kata Lalu Hadrian dikutip Jum’at (28/08).
Ia menyebut masing-masing sekolah NU direncanakan memperoleh empat unit smart board. Kehadiran perangkat tersebut diharapkan tidak hanya menambah fasilitas di ruang kelas, tetapi juga membuka ruang bagi guru untuk mengembangkan metode pembelajaran yang lebih variatif.
“Dengan adanya smart board ini, diharapkan akan memudahkan para siswa di sekolah-sekolah NU dalam belajar. Guru juga akan memiliki sarana pembelajaran yang lebih interaktif sehingga materi pelajaran dapat disampaikan dengan lebih efektif,” ujarnya.
Menurut Lalu Hadrian, pemanfaatan teknologi dalam pendidikan menjadi semakin penting di tengah perubahan pola belajar generasi muda. Sekolah perlu memiliki kemampuan untuk menyesuaikan metode pembelajaran dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan peran penting tenaga pendidik.
Jangan Berhenti pada Pengadaan Teknologi
Meski mendukung pemberian smart board, Lalu Hadrian mengingatkan agar kebijakan digitalisasi pendidikan tidak berhenti pada pengadaan perangkat.
Menurutnya, penggunaan teknologi harus dibarengi dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya guru. Para guru perlu mendapatkan dukungan agar mampu memanfaatkan fasilitas digital secara maksimal dalam proses belajar mengajar.
Selain kompetensi, ia juga menyoroti persoalan kesejahteraan guru di lembaga pendidikan NU.
“Jangan sampai kita hanya berbicara mengenai fasilitas digital, tetapi kesejahteraan gurunya belum diperhatikan. Masih banyak guru di lembaga pendidikan NU yang kondisi ekonominya belum sejahtera,” tegasnya.
Lalu Hadrian menilai guru tetap menjadi faktor utama dalam menentukan keberhasilan pendidikan. Karena itu, teknologi harus diposisikan sebagai alat untuk memperkuat kerja guru, bukan menggantikan peran mereka.
Dorong Ekosistem Pendidikan NU
Lalu Hadrian berharap dukungan pemerintah terhadap sekolah-sekolah NU dapat berkembang menjadi kebijakan yang lebih komprehensif.
Menurutnya, bantuan perangkat digital harus diikuti dengan penguatan kualitas guru, peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik, serta dukungan terhadap sarana dan prasarana pendidikan lainnya.
“Kita berharap perhatian pemerintah kepada sekolah-sekolah NU tidak berhenti pada pemberian smart board. Perlu ada kebijakan yang lebih komprehensif, termasuk peningkatan kesejahteraan guru, terutama mereka yang selama ini mengabdi dengan penuh dedikasi tetapi belum mendapatkan kesejahteraan ekonomi yang layak,” pungkasnya.
Lalu Hadrian menilai pemberian empat smart board per sekolah dapat menjadi langkah awal untuk memperkecil kesenjangan fasilitas pembelajaran antara sekolah NU dan sekolah negeri.
Jika diiringi peningkatan kualitas tenaga pendidik dan dukungan kebijakan yang berkelanjutan, ia optimistis transformasi digital dapat memberikan manfaat lebih besar bagi siswa di lingkungan pendidikan NU (red)

Berita terkait