BANYUMAS, BERITA SENAYAN – Dukungan terhadap pengusulan Raden Mas (RM) Margono Djojohadikoesoemo sebagai Pahlawan Nasional kembali menguat. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengusulkan kembali kakek Presiden Prabowo Subianto tersebut sebagai calon Pahlawan Nasional atas jasa-jasanya dalam perjuangan ekonomi Indonesia.
Dukungan masyarakat Banyumas ditunjukkan Paguyuban Seruan Eling Banyumas (Serulingmas) melalui kegiatan Ziarah Budaya dan Doa Bersama di makam RM Margono Djojohadikoesoemo, Banyumas, Rabu (26/8/2026).
Kegiatan tersebut dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat pengusulan RM Margono, khususnya sebagai Pahlawan Nasional di bidang ekonomi kerakyatan.
Ziarah budaya itu dihadiri Ketua Umum Yayasan Serulingmas Wisnu Suhardono, Wakil Ketua Umum Mayjen Purn. TNI Wuryanto yang merupakan mantan Pangdam IV/Diponegoro, serta Anggota DPR RI Dapil Banyumas-Cilacap Tetty Suwarto Pamuji.
Sejumlah akademisi juga turut hadir, antara lain Direktur Universitas Terbuka (UT) Purwokerto Prasetyanti Utami dan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Ibnu Qizam.
Serulingmas: Warga Banyumas Dukung Penuh
Ketua Umum Yayasan Serulingmas Wisnu Suhardono menegaskan, ziarah dan doa bersama tersebut bukan sekadar kegiatan budaya dan keagamaan. Menurutnya, kegiatan itu merupakan bagian dari rangkaian strategis untuk mengawal proses pengusulan gelar kepahlawanan bagi RM Margono.
Wisnu juga menyampaikan kebanggaan masyarakat Banyumas karena salah satu putra daerah kini menjadi Presiden Republik Indonesia.
“Sebagai warga Banyumas yang bangga melihat putra daerah terbaik sedang memimpin negara, masyarakat Banyumas siap mendukung penuh program-program Presiden dalam membangun NKRI,” ujar Wisnu.
Ia menilai RM Margono memiliki rekam jejak panjang sebagai pejuang ekonomi yang berupaya membebaskan masyarakat Indonesia dari cengkeraman sistem keuangan kolonial setelah kemerdekaan.
Menurut Wisnu, perjuangan tersebut salah satunya diwujudkan melalui gagasan pendirian Bank Negara Indonesia (BNI), yang diarahkan menjadi salah satu fondasi kedaulatan moneter Indonesia.
Bukan Sekadar Ziarah, Ada Bukti Sejarah
Dukungan terhadap pengusulan RM Margono juga datang dari kalangan akademisi.
Direktur Pusat Studi Ekonomi Pembangunan dan Kebijakan Publik FEB UIN Jakarta Rizqon Halal Syah Aji menilai kegiatan ziarah memiliki dimensi sejarah sekaligus spiritual.
Menurut Rizqon, mendatangi makam RM Margono tidak semata-mata merupakan agenda penghormatan kepada tokoh masa lalu. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menguatkan ingatan sejarah mengenai kiprah RM Margono bagi bangsa.
“Ini bukan semata-mata kunjungan biasa, tetapi menjadi evidence atau bukti kuat bahwa RM Margono adalah sosok asli Banyumas yang secara nyata berjuang untuk keutuhan NKRI,” kata Rizqon.
Ia menilai keterlibatan masyarakat, budayawan, tokoh agama, akademisi, dan unsur pemerintahan dapat memperkuat narasi sejarah mengenai jasa RM Margono.
Dorong Pengakuan Negara
Rangkaian Ziarah Budaya dan Doa Bersama tersebut sekaligus menunjukkan dukungan masyarakat Banyumas terhadap wacana penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada RM Margono Djojohadikoesoemo.
Pengusulan tersebut terutama diarahkan untuk mengakui kontribusi RM Margono dalam perjuangan ekonomi dan pembangunan fondasi kedaulatan ekonomi Indonesia.
Sinergi antara unsur kebudayaan, keagamaan, akademisi, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat proses pengusulan hingga memperoleh pengakuan resmi negara.
Dengan rekam jejak perjuangannya di bidang ekonomi, RM Margono dinilai memiliki posisi penting dalam sejarah awal pembangunan sistem keuangan nasional Indonesia (red)

Berita terkait