PONTIANAK, BERITA SENAYAN – Anggota Komisi V DPR RI Erna Sari Dewi meminta pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, benar-benar menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu. Ia menilai ketepatan pendataan calon siswa harus berjalan beriringan dengan kualitas infrastruktur dan pemeliharaan sekolah.

Hal tersebut disampaikan Erna saat mengikuti kunjungan spesifik Komisi V DPR RI untuk meninjau Sekolah Rakyat di Pontianak, Senin (24/8/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Komisi V DPR RI melihat langsung pembangunan gedung sekaligus berbagai fasilitas yang disiapkan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.

“Tadi kita bersama seluruh pimpinan dan anggota melakukan kunjungan spesifik ke Sekolah Rakyat dan kita melihat langsung bagaimana infrastruktur sekolah rakyat ini dibangun dan bagaimana juga dengan seluruh fasilitasnya,” ujar Erna.

Erna Soroti Fasilitas Sekolah Rakyat

Erna mengatakan masih terdapat sejumlah fasilitas yang perlu diperbaiki dan ditata sebelum sekolah digunakan secara optimal.

Salah satunya adalah ruang guru yang dinilai perlu ditata dengan lebih baik agar dapat menunjang aktivitas para tenaga pendidik.

“Tadi kita melihat ada beberapa yang menjadi perhatian ya, perlu menjadi perhatian terkait dengan ruang-ruang guru. Ruang-ruang guru ini harus ditata dengan baik, harus ada sekat-sekatnya,” katanya.

Ia berharap seluruh pekerjaan yang masih berlangsung dapat segera diselesaikan dengan hasil yang baik.

Menurutnya, kelengkapan dan kualitas fasilitas menjadi faktor penting agar siswa dapat menggunakan Sekolah Rakyat secara maksimal.

Pendataan Siswa Jadi Perhatian

Selain pembangunan fisik, Erna menekankan pentingnya memastikan calon siswa yang diterima benar-benar berasal dari kelompok masyarakat yang menjadi sasaran program.

Ia meminta seluruh pemangku kepentingan berkolaborasi melakukan pendataan secara akurat, khususnya terhadap anak-anak yang masuk dalam kelompok desil 1 dan desil 2.

“Kita berharap bahwa seluruh stakeholder ini harus secara bersama-sama melakukan pendataan yang baik terhadap masyarakat atau anak-anak yang masuk di dalam desil 1 atau desil 2. Karena memang program SR ini sejatinya adalah diberikan kepada masyarakat yang miskin ekstrem dan miskin,” tuturnya.

Menurut Erna, ketepatan sasaran menjadi bagian penting dari keberhasilan program Sekolah Rakyat. Jangan sampai fasilitas pendidikan yang dibangun untuk masyarakat miskin justru tidak dinikmati kelompok yang membutuhkan.

Keselamatan Anak Jangan Diabaikan

Dari sisi konstruksi, Erna juga menemukan sejumlah bagian bangunan yang masih perlu dirapikan.

Ia menyoroti tangga yang belum dilengkapi railing serta pengerjaan plafon yang dinilai masih membutuhkan penyempurnaan.

“Terkait tadi tangga yang tidak ada railing karena ini anak-anak yang bersekolah. Kemudian juga saya melihat ada pengerjaan-pengerjaan yang sedikit kurang rapi dan harus dirapikan terhadap plafon-plafon,” jelasnya.

Erna menilai aspek keselamatan harus menjadi prioritas karena fasilitas tersebut nantinya digunakan oleh anak-anak dalam aktivitas sehari-hari.

Erna Ingatkan Pemeliharaan Gedung Sekolah

Selain pembangunan dan kualitas fasilitas, Erna mengingatkan pemerintah mengenai pentingnya pemeliharaan gedung Sekolah Rakyat setelah seluruh konstruksi selesai.

Menurutnya, pembangunan dengan kualitas baik tidak akan memberikan manfaat maksimal apabila tidak diikuti sistem perawatan yang berkelanjutan.

“Dan yang terpenting lagi terhadap infrastruktur sekolah ini, bangunan ini, kita harus memikirkan bagaimana maintenance ke depannya,” ujarnya.

Ia menilai pemeliharaan diperlukan agar fasilitas sekolah dapat digunakan dalam jangka panjang dan tetap memberikan pelayanan pendidikan ketika jumlah siswa semakin banyak.

“Karena sekolah yang bagus ini, yang luar biasa hebat gedungnya, kalau tidak dilakukan maintenance itu tidak akan bisa berumur panjang. Tidak akan bisa digunakan jangka panjang,” pungkas Erna (red)