JAKARTA, BERITA SENAYAN — Wakil Ketua Komisi III DPR RI dari Fraksi PKB, Rano Alfath, mengapresiasi pengungkapan sindikat produsen meterai palsu oleh Polda Metro Jaya bersama Direktorat Pajak Kementerian Keuangan. Kasus tersebut disebut berpotensi menimbulkan kerugian negara hingga Rp1 triliun.
Rano meminta pengusutan tidak berhenti pada pelaku yang telah ditangkap. Ia mendorong aparat membongkar seluruh jaringan yang terlibat, mulai dari produksi, distribusi, hingga pemasaran meterai palsu.
“Saya mengapresiasi keberhasilan Polda Metro Jaya bersama Kementerian Keuangan dalam membongkar sindikat produsen meterai palsu ini. Praktik kejahatan seperti ini betul-betul merugikan negara, dan pada saat yang sama masyarakat juga ikut dirugikan,” kata Rano, Kamis (20/8/2026).
Sita 3,4 Juta Meterai Palsu
Dalam pengungkapan kasus tersebut, aparat menyita sekitar 3,4 juta keping meterai palsu. Petugas juga mengamankan satu mesin produksi yang disebut mampu mencetak hingga 900.000 keping meterai dalam waktu 10 hari.
Selain itu, turut disita tiga gulung bahan baku yang diduga digunakan untuk memproduksi meterai palsu dalam jumlah besar. Sindikat tersebut diketahui telah menjual sekitar empat juta keping meterai palsu dengan omzet mencapai Rp40 miliar.
Menurut Rano, pemalsuan meterai memiliki dampak lebih luas karena tidak hanya berkaitan dengan tindak pidana pemalsuan, tetapi juga menyentuh aspek penerimaan negara.
“Polisi harus terus mengusut tuntas kasus ini dan menyeret seluruh pelakunya ke meja hijau. Jangan berhenti hanya pada pelaku yang sudah ditangkap. Kalau ada jaringan yang lebih besar di belakangnya, harus dibongkar sampai tuntas,” tegasnya.
Politikus PKB asal Dapil Banten III tersebut meminta pemerintah dan aparat penegak hukum memperkuat sistem pengawasan terhadap produksi dan peredaran meterai. Menurutnya, langkah pencegahan penting dilakukan agar praktik pemalsuan tidak berkembang menjadi kejahatan yang lebih besar.
“Ke depan, pemerintah dan kepolisian harus memperkuat sistem pencegahan dan pengawasan terhadap pemalsuan meterai. Jangan sampai praktik seperti ini terus berulang dan semakin besar merugikan negara maupun masyarakat,” ujarnya.
Rano juga menilai pemberantasan meterai palsu membutuhkan keterlibatan masyarakat. Edukasi mengenai karakteristik meterai asli dan palsu dinilai penting agar masyarakat tidak mudah menjadi korban.
Rano mendorong pemerintah bersama kepolisian melakukan sosialisasi secara masif mengenai cara membedakan meterai asli dan palsu.
“Perlu ada sosialisasi yang masif kepada masyarakat tentang bagaimana membedakan meterai asli dan palsu. Masyarakat harus diberi informasi yang mudah dipahami, sehingga tidak mudah tertipu atau tanpa sengaja menggunakan meterai palsu,” kata Rano.
Ia juga mengimbau masyarakat segera melaporkan apabila menemukan meterai yang dicurigai palsu atau mengetahui adanya aktivitas produksi dan distribusi meterai ilegal.
“Kalau masyarakat menemukan meterai yang diduga palsu atau mengetahui adanya praktik produksi dan peredaran meterai palsu, segera laporkan kepada polisi. Partisipasi masyarakat sangat penting untuk membantu aparat memberantas kejahatan ini,” pungkasnya.
Rano menilai pengungkapan kasus tersebut harus menjadi momentum untuk memperkuat pengawasan sekaligus memastikan jaringan pemalsuan meterai tidak kembali beroperasi dengan pola yang sama (red)

Berita terkait