CIANJUR, BERITA SENAYAN – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin resmi meluncurkan Program 10.000 MCK untuk pondok pesantren di seluruh Indonesia. Program tersebut menjadi langkah nyata meningkatkan kualitas sanitasi pesantren guna menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan mendukung lahirnya generasi santri unggul.

Peluncuran program berlangsung di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al Musri, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (4/8/2026), dan dihadiri pengasuh pondok pesantren dari berbagai daerah, baik secara langsung maupun virtual.

Dalam sambutannya, Cak imin mengapresiasi Forum Percepatan Transformasi Pesantren (FPTP) yang dinilainya konsisten menghadirkan program-program konkret untuk memajukan pesantren di Indonesia.

“Alhamdulillah, hari ini FPTP memulai langkah konkret untuk pesantren. Saya salut karena belum lama ini FPTP sukses menggelar Ijtima Ulama yang diikuti ratusan ulama dari seluruh Indonesia, dan hari ini menghadirkan program yang sangat strategis, yaitu pembangunan MCK untuk pesantren,” ujar Cak imin.

Menurutnya, kualitas pendidikan di pesantren tidak dapat dipisahkan dari kualitas lingkungan tempat para santri menuntut ilmu. Karena itu, penyediaan fasilitas sanitasi yang layak menjadi kebutuhan mendasar yang harus dipenuhi.

“Kita tahu pangkal kemajuan itu adalah ilmu. Kita tahu mencari ilmu itu di pesantren. Kita tahu syarat mendapatkan ilmu adalah sehat, dan syarat sehat adalah lingkungan yang baik. Yang paling pokok adalah bagaimana MCK dipenuhi dengan standar yang memadai,” tegasnya.

Cak Imin mengungkapkan masih banyak pondok pesantren yang menghadapi keterbatasan fasilitas sanitasi. Bahkan, terdapat pesantren dengan ribuan santri yang hanya memiliki puluhan unit MCK, sehingga jauh dari rasio ideal.

“Rasionya sangat tidak rasional. Ada pesantren dengan ribuan santri tetapi MCK-nya hanya 40, 50, atau 100. Itu sudah jauh dari memadai. Karena itu kepedulian terhadap sanitasi pesantren harus menjadi gerakan bersama,” katanya.

Ia menilai Program 10.000 MCK merupakan bagian dari upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui perbaikan lingkungan pendidikan pesantren. Program tersebut juga dinilai sejalan dengan agenda pembangunan sumber daya manusia yang dicanangkan pemerintah.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP PKB sekaligus Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, menegaskan keberpihakan PKB terhadap pesantren merupakan bagian dari jati diri partai yang lahir dari rahim pesantren.

“Kehadiran saya di sini bukan semata sebagai Wakil Ketua DPR RI, tetapi saya hadir bersama sejumlah anggota DPR sebagai kader PKB, partai yang dilahirkan dari rahim pesantren,” ujar Cucun.

Cucun mengatakan Gus Muhaimin selalu mengingatkan seluruh kader PKB untuk terus memperjuangkan aspirasi pesantren sebagai pusat pendidikan karakter, keagamaan, dan pembentukan sumber daya manusia Indonesia.

Melalui Program 10.000 MCK, PKB bersama FPTP berharap kualitas sanitasi pondok pesantren di seluruh Indonesia semakin meningkat sehingga para santri dapat belajar dalam lingkungan yang sehat, aman, dan nyaman (red)