JAKARTA, BERITA SENAYAN – Keputusan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) memulai safari politik nasional dari Provinsi Lampung dinilai berkaitan erat dengan karakter pemilih di daerah tersebut. Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia (ASI), Ali Rif’an, menyebut Lampung merupakan salah satu wilayah dengan tingkat volatilitas pemilih yang tinggi sehingga memiliki nilai strategis dalam peta politik nasional.
Menurut Ali, tidak ada partai politik yang mampu mempertahankan dominasinya secara konsisten di Lampung. Kondisi tersebut menjadikan provinsi itu sebagai daerah yang sangat terbuka bagi kekuatan politik baru untuk membangun basis dukungan.
“Kalau saya cek datanya, Lampung secara elektoral memiliki volatilitas yang tinggi. Artinya, tidak ada tuannya,” ujar Ali dalam podcast Siber, dikutip Minggu (5/7/2026).
Ali menjelaskan, sejak sistem pemilu proporsional terbuka diterapkan, pemenang pemilu di Lampung selalu berganti. Partai Golkar memenangkan Pemilu 2004, disusul Partai Demokrat pada 2009, PDIP pada 2014 dan 2019, serta Gerindra pada 2024.
Menurut alumni Magister Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI) itu, pola tersebut menunjukkan bahwa loyalitas pemilih di Lampung relatif rendah sehingga menjadi daerah yang menarik untuk dijadikan titik awal konsolidasi politik.
“Corak pemilihnya cair, mirip Jawa Barat. Tidak ada partai yang konsisten menjadi pemenang,” katanya.
Selain faktor elektoral, Ali menilai Lampung juga memiliki kedekatan sosiologis dengan Jokowi. Mayoritas penduduk provinsi tersebut merupakan keturunan transmigran asal Pulau Jawa sehingga memiliki karakter demografi yang berbeda dibandingkan provinsi lain di Sumatera.
Ia juga menepis anggapan bahwa pemilihan Lampung hanya terjadi secara kebetulan. Menurutnya, setiap langkah politik selalu memiliki tujuan dan perhitungan yang matang.
“Di dalam politik itu semuanya berbasis agenda. Politik tidak berjalan di ruang kosong. Selalu ada agenda politik di balik setiap langkah,” tegas Ali.
Lebih jauh, Ali menambahkan Lampung juga memiliki nilai simbolis karena identik dengan gajah, yang kini menjadi logo baru Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Kombinasi faktor simbolik, demografis, dan elektoral tersebut dinilai membuat Lampung menjadi titik awal yang strategis bagi safari politik Jokowi (red)

Berita terkait