JAKARTA, BERITA SENAYAN – Simbol menginjak kepala kerbau yang diperlihatkan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) saat safari politik bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Lampung memicu beragam tafsir politik. Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia (ASI), Ali Rif’an, menilai simbol tersebut dapat dimaknai sebagai sinyal menguatnya rivalitas politik antara Jokowi dan PDI Perjuangan (PDIP).
Menurut Ali, meski penjelasan tokoh adat setempat menyebut simbol menginjak kepala kerbau bermakna melepaskan ego, publik sulit mengabaikan fakta bahwa kerbau selama ini identik dengan lambang PDIP.
“Kalau pernyataan ketua adat di sana, menginjak kepala kerbau itu maknanya melepas ego. Tapi, secara asosiasi, kok kerbau ini identik dengan salah satu partai politik (PDIP). Itu juga kemudian multitafsir,” kata Ali Rif’an, dikutip Minggu (5/7/2026).
Ali menilai simbol tersebut berpotensi dibaca sebagai pesan politik yang memiliki makna lebih luas di tengah dinamika hubungan Jokowi dan PDIP pasca-Pemilu 2024.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa PSI disebut memiliki target politik yang jauh lebih besar daripada sekadar lolos ambang batas parlemen (parliamentary threshold). Berdasarkan informasi yang diterimanya, partai tersebut bahkan membidik raihan suara hingga sekitar 7 persen pada Pemilu mendatang.
“Targetnya (PSI) tidak hanya lolos parliamentary threshold. Kalau enggak salah ada bisik-bisik tetangga itu targetnya 7 persen,” ujarnya.
Magister Ilmu Politik Universitas Indonesia itu menilai target ambisius tersebut mengindikasikan PSI harus merebut basis suara partai-partai yang kini telah memiliki kursi di DPR RI.
“Sehingga harus jelas partai mana yang harus diiris. Di dalam konteks elektoral hari ini kan sempit pertarungan partai ini. Partai yang di Senayan sekarang kan ada delapan,” jelasnya.
Menurut Ali, safari politik yang terus dilakukan Jokowi bersama PSI dapat dibaca sebagai bagian dari upaya memperkuat basis dukungan sekaligus menggeser peta persaingan partai politik nasional menjelang Pemilu 2029.
“Nah, kalau misalnya PSI mau masuk ke Senayan, dia harus mengiris partai yang ada di sana atau menghilangkan satu partai yang ada di sana,” pungkasnya (red)

Berita terkait