JAKARTA, BERITA SENAYAN – Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI dijadwalkan memeriksa secara tertutup salah satu anggotanya, Muhammad Tio Aliansyah, terkait dugaan pelanggaran Kode Etik Penyelenggara Pemilu (KEPP) dalam polemik penggunaan helikopter bersama Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Parsadaan Harahap.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari sumber terpercaya, pemeriksaan tersebut akan berlangsung pada Senin (6/7/2026) di Kantor DKPP RI, Jalan Abdul Muis, Petojo Selatan, Gambir, Jakarta Pusat. Tio akan dimintai klarifikasi oleh anggota DKPP lainnya mengenai keterlibatannya dalam perjalanan menggunakan helikopter menuju Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Perjalanan tersebut dilakukan untuk menghadiri pelantikan lebih dari 1.400 anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Cidaun, Kabupaten Cianjur. Dalam rombongan itu turut hadir Anggota KPU RI Parsadaan Harahap, Anggota KPU Provinsi Jawa Barat Abdullah Sapi’i, serta sejumlah pihak lainnya.

Sebelumnya, Muhammad Tio Aliansyah sempat dilaporkan oleh sekelompok mahasiswa atas dugaan pelanggaran KEPP karena ikut dalam perjalanan menggunakan helikopter tersebut. Namun, laporan itu tidak berlanjut setelah pengadu dinyatakan tidak melengkapi maupun memperbaiki berkas aduan.

Koordinator Bidang Persidangan DKPP RI, I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi, sebelumnya menyampaikan bahwa laporan tersebut tidak dapat diproses lebih lanjut karena tidak memenuhi persyaratan administratif.

Meski demikian, berdasarkan informasi yang dihimpun, DKPP tetap memutuskan meminta klarifikasi langsung kepada Tio melalui pemeriksaan internal secara tertutup untuk mendalami fakta-fakta terkait perjalanan tersebut.

Kasus penggunaan helikopter sebelumnya telah disidangkan dalam perkara Nomor 10-PKE-DKPP/VI/2026 pada 29 Juni 2026. Sidang dipimpin Ketua DKPP RI Heddy Lugito bersama anggota majelis I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi, J. Kristiadi, dan Ratna Dewi Pettalolo.

Dalam persidangan itu, nama Muhammad Tio Aliansyah pertama kali disebut oleh Anggota KPU Provinsi Jawa Barat, Abdullah Sapi’i, yang mengungkapkan bahwa dirinya berangkat dari Hotel Aryaduta Bandung menuju Cidaun menggunakan helikopter bersama Parsadaan Harahap, Muhammad Tio Aliansyah, dan seseorang bernama Benu.

“Saya naik itu dari Bandung, dari (Hotel) Aryaduta ke Cidaun. Pada saat itu ada saya, Pak Pimpinan (Parsadaan Harahap), kemudian Pak Tio, dan Benu,” ujar Abdullah dalam persidangan.

Abdullah juga menjelaskan, usai menghadiri pelantikan anggota KPPS, rombongan kembali menggunakan helikopter menuju Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Sementara itu, Parsadaan Harahap menjelaskan kehadiran dirinya bersama Tio Aliansyah bertujuan memberikan pembekalan kepada para anggota KPPS yang baru dilantik.

“Jadi saya kira ini sangat penting dan strategis untuk bisa saya hadiri, apalagi waktu itu juga didampingi oleh Anggota DKPP untuk penguatan etiknya,” kata Parsadaan di hadapan majelis pemeriksa.

Pemeriksaan internal terhadap Muhammad Tio Aliansyah kini menjadi perhatian publik karena menyangkut integritas lembaga etik penyelenggara pemilu. Hasil klarifikasi tersebut diharapkan memberikan kepastian terkait polemik penggunaan helikopter yang sempat menjadi sorotan luas (red)