JAKARTA, BERITA SENAYAN – Anggota DPR RI Willy Aditya mengusulkan pembentukan pojok baca di sejumlah titik strategis di lingkungan Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Menurutnya, fasilitas tersebut penting agar seluruh pekerja di DPR, mulai dari petugas kebersihan, office boy (OB), sopir, hingga petugas keamanan dalam (Pamdal), memiliki akses yang sama terhadap literasi.
Usulan itu disampaikan Willy saat mengikuti talk show bertajuk “Literasi Budaya untuk Demokrasi: Merawat Kearifan, Menguatkan Kebangsaan” dalam Festival Literasi DPR RI yang digelar di Perpustakaan DPR, Kamis (25/6/2026).
“Niat baik membangun literasi bisa dimulai dari hal-hal yang ada di sekitar kita, untuk orang-orang di lingkungan kita sendiri,” kata Willy dalam keterangannya, Jumat (26/6/2026).
Ketua Komisi XIII DPR RI tersebut mengusulkan agar ruang-ruang transit, seperti area basement, tempat parkir, hingga ruang istirahat karyawan di lingkungan DPR, disulap menjadi pojok baca yang mudah diakses oleh seluruh pekerja.
Menurut Willy, selama ini kelompok pekerja seperti OB, cleaning service, sopir, hingga Pamdal belum banyak memperoleh ruang untuk mengakses bacaan, padahal mereka merupakan bagian penting yang menopang aktivitas kelembagaan DPR setiap hari.
“Saya membayangkan ruang-ruang yang selama ini hanya menjadi tempat transit, bisa menjelma menjadi jendela pengetahuan yang accessible, yang terbuka bagi siapa saja, tanpa memandang seragam yang mereka kenakan,” ujarnya.
Politisi Fraksi Partai NasDem itu menegaskan bahwa literasi bukan hanya soal kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami informasi secara kritis. Karena itu, akses terhadap buku dan bahan bacaan tidak boleh hanya dinikmati kelompok tertentu.
Ia bahkan mengusulkan konsep pojok baca tersebut dapat diterapkan tidak hanya di DPR RI, tetapi juga di berbagai kementerian dan lembaga pemerintah lainnya.
“Dengan pojok bacaan di basement, di area parkir, di tempat istirahat para karyawan, kita berharap gerakan literasi Indonesia semakin besar manfaatnya. Mungkin juga bisa dilakukan di kementerian/lembaga lain,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Willy juga membagikan buku diari kepada petugas kebersihan, petugas keamanan, dan sejumlah karyawan DPR sebagai bentuk dorongan agar budaya menulis ikut berkembang di lingkungan parlemen.
Menurut legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Timur XI tersebut, membaca dan menulis merupakan dua fondasi penting dalam membangun budaya literasi yang pada akhirnya akan mendukung cita-cita konstitusi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Literasi bukan sekadar membaca. Literasi adalah pengetahuan yang memadai tentang sesuatu hal. Karena itulah dibutuhkan juga menulis agar tumbuh dialektika di dalam pikiran kita. Itulah sejatinya literasi,” pungkas Willy (red)

Berita terkait