JAKARTA, BERITA SENAYAN – Ketua Umum DPP Perempuan Bangsa, Nihayatul Wafiroh, mengajak masyarakat untuk turut membantu aparat penegak hukum mengungkap kasus penyekapan dan penganiayaan seorang perempuan di Bandung yang diduga berlangsung selama tiga tahun. Menurutnya, keterlibatan publik sangat penting agar seluruh pelaku dapat segera ditangkap dan diadili.
Politikus yang akrab disapa Ninik itu menegaskan bahwa kasus tersebut merupakan kejahatan serius yang tidak hanya merampas kebebasan korban, tetapi juga melanggar hak asasi manusia. Karena itu, ia meminta masyarakat tidak takut memberikan informasi kepada aparat apabila mengetahui keberadaan pelaku atau memiliki data yang dapat membantu proses pengungkapan kasus.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama membantu aparat dengan memberikan informasi yang dibutuhkan. Jangan takut melapor apabila mengetahui keberadaan pelaku atau memiliki informasi yang dapat membantu pengungkapan kasus ini. Perlindungan terhadap korban dan penegakan hukum adalah tanggung jawab bersama,” kata Ninik di Jakarta, Selasa (23/6/2026).
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI tersebut juga mendesak aparat kepolisian mengusut kasus itu secara menyeluruh dan memberikan hukuman seberat-beratnya kepada para pelaku. Menurutnya, kasus penyekapan yang berlangsung bertahun-tahun tidak boleh dibiarkan dan harus menjadi peringatan bagi seluruh elemen bangsa.
“Kami sangat prihatin dan mengecam keras tindakan penyekapan terhadap seorang perempuan yang berlangsung selama bertahun-tahun. Ini adalah kejahatan kemanusiaan yang merampas kebebasan, martabat, dan hak hidup korban sebagai manusia,” tegasnya.
Sebagai organisasi yang fokus pada pemberdayaan perempuan, Perempuan Bangsa juga menginstruksikan seluruh kader di daerah untuk aktif mendampingi korban kekerasan, baik melalui bantuan psikologis, dukungan sosial, maupun pendampingan hukum.
Selain itu, Ninik menyoroti pentingnya peran keluarga dalam mencegah kekerasan terhadap perempuan. Ia mengingatkan orang tua agar lebih peka terhadap lingkungan pergaulan anak, aktivitas keseharian, hingga hubungan pertemanan yang dijalani, terutama ketika memasuki usia remaja.
“Jangan sampai tragedi seperti ini terulang. Kita harus memperkuat kepedulian sosial, keberanian melapor, dan sistem perlindungan terhadap perempuan agar tidak ada lagi korban yang kehilangan kebebasan dan masa depannya akibat tindakan keji semacam ini,” pungkasnya (red)

Berita terkait