BOGOR, BERITA SENAYAN – Pemadaman listrik kembali dijadwalkan terjadi di sejumlah wilayah Kota dan Kabupaten Bogor pada Senin (22/6/2026) pukul 15.00 hingga 19.00 WIB. Kondisi ini kembali memicu keluhan dari pelanggan yang merasa dirugikan akibat gangguan listrik yang dinilai terlalu sering terjadi.
Perusahaan Listrik Negara UP3 Bogor menjelaskan bahwa penghentian sementara aliran listrik dilakukan karena adanya kendala teknis operasional pada pembangkit. Kondisi tersebut membuat perusahaan harus melakukan pengaturan sistem atau manajemen beban untuk menjaga kestabilan pasokan listrik di wilayah terdampak.
Humas PLN Kota Bogor, Fajar Nugroho, menyebut pemadaman dilakukan sebagai langkah antisipasi agar sistem kelistrikan tetap stabil. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat gangguan tersebut.
Namun, keluhan datang dari pelanggan, Yusro Khazin, yang menilai pemadaman listrik kerap merugikan masyarakat, terutama di wilayah Bojong dan sekitarnya yang menurutnya paling sering mengalami gangguan.
“Pemadaman lebih dari 3 jam tidak ada kompensasi. Tapi kalau telat bayar sehari saja langsung ada ancaman pemutusan. Khususnya di Bojong dan sekitarnya itu paling sering mati listrik, entah apa sebabnya, ini warga dirugikan banget. Peralatan elektronik pasti cepat rusak karena ini,” ujarnya.
Kondisi ini kembali menyoroti persoalan keandalan layanan listrik di wilayah Bogor, terutama terkait konsistensi pasokan dan dampaknya terhadap aktivitas serta ekonomi rumah tangga warga (red)

Berita terkait