JAKARTA, BERITA SENAYAN – Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah, mengapresiasi keberhasilan petugas menggagalkan empat upaya penyelundupan narkotika ke Lapas Narkotika Jakarta dan Rutan Kelas I Jakarta Pusat (Salemba). Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan tersebut tidak boleh membuat aparat penegak hukum berhenti hanya pada penangkapan kurir.

Menurut Abdullah, upaya pemberantasan narkotika harus diarahkan untuk membongkar seluruh jaringan yang berada di balik peredaran barang haram tersebut, mulai dari pemasok, pengendali, pemesan hingga pihak yang mendanai operasinya.

“Tidak boleh hanya berhenti pada penangkapan kurir. Aparat penegak hukum harus membongkar jaringan peredaran narkotika yang menyasar lapas sampai tuntas, mulai dari pemasok, pengendali, pemesan, hingga pihak yang membiayai operasinya,” kata Abdullah dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Sebelumnya, petugas berhasil menggagalkan empat percobaan penyelundupan narkotika ke dalam lapas dan rutan pada Senin (15/6/2026). Barang bukti yang diamankan terdiri dari berbagai jenis narkotika yang disembunyikan dengan beragam modus, mulai dari alat kelamin, botol obat batuk hingga kunciran rambut.

Abdullah menilai, berulangnya upaya penyelundupan menunjukkan masih tingginya permintaan narkotika di dalam lembaga pemasyarakatan. Kondisi tersebut menjadi indikasi bahwa lapas dan rutan masih dianggap sebagai pasar yang menguntungkan oleh sindikat narkotika.

“Kalau tidak ada permintaan, tentu tidak akan ada pasokan. Jika para pelaku terus berupaya memasukkan narkotika ke lapas dengan berbagai modus, berarti ada pasar yang dianggap menjanjikan. Ini yang harus diungkap dan diputus,” tegas Legislator Fraksi PKB tersebut.

Ia juga menyoroti tingginya nilai jual narkotika di dalam lapas yang dinilai menjadi salah satu alasan mengapa jaringan narkotika terus mencari berbagai celah untuk menyelundupkan barang terlarang tersebut.

Karena itu, Abdullah meminta Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), serta Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi dalam mengembangkan kasus hingga ke akar permasalahan.

Menurutnya, pengungkapan kasus tidak boleh berhenti pada pelaku lapangan, tetapi harus mampu menjerat bandar, pengendali transaksi, pemesan, hingga mengungkap aliran dana yang menopang operasional jaringan narkotika tersebut.

“Keberhasilan menggagalkan penyelundupan tentu patut diapresiasi, tetapi keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika jaringan atau sindikat di belakangnya berhasil dibongkar,” pungkas Abdullah (red)