BEKASI, BERITA SENAYAN – Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, Sudjatmiko, menegaskan bahwa aspek keselamatan anak tidak boleh dikompromikan dalam pembangunan Kompleks Sekolah Rakyat di Kabupaten Bekasi. Ia meminta seluruh fasilitas pendidikan dan asrama dirancang dengan standar keamanan tinggi agar mampu melindungi para siswa selama menjalani proses belajar.
Pernyataan tersebut disampaikan Sudjatmiko saat melakukan kunjungan kerja ke lokasi pembangunan Sekolah Rakyat. Menurutnya, program strategis pemerintah ini harus menghadirkan lingkungan pendidikan yang tidak hanya layak, tetapi juga aman bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
“Kelas maupun asrama harus dirancang aman. Jika ada bangunan dua lantai, jendelanya harus memiliki pengaman yang memadai. Jangan sampai ada celah yang dapat membahayakan anak-anak. Keselamatan mereka harus menjadi standar utama dalam pembangunan,” tegas Sudjatmiko.
Legislator PKB itu menilai perhatian terhadap keselamatan sangat penting karena sebagian penghuni Sekolah Rakyat nantinya merupakan siswa usia sekolah dasar yang masih membutuhkan pengawasan ekstra dalam aktivitas sehari-hari.
Karena itu, ia meminta seluruh elemen bangunan, mulai dari ruang kelas, asrama, tangga, hingga jendela dan area publik, dirancang dengan mempertimbangkan risiko keselamatan yang mungkin terjadi.
Selain keamanan bangunan, Sudjatmiko juga menyoroti kualitas fasilitas sanitasi yang akan digunakan siswa. Menurutnya, toilet dan kamar mandi harus dibangun menggunakan material yang kuat dan tahan lama agar tidak cepat rusak akibat penggunaan intensif.
“Jangan hanya mengejar estetika. Pintu kamar mandi, sanitasi, dan seluruh fasilitas pendukung harus memiliki standar kualitas yang baik karena akan digunakan oleh banyak anak setiap hari,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, Sudjatmiko juga mengingatkan pentingnya kualitas pembangunan secara keseluruhan. Ia menemukan adanya deviasi pekerjaan sekitar 20 persen yang perlu segera ditangani agar tidak mengganggu target penyelesaian proyek.
Menurutnya, perbaikan manajemen proyek dan evaluasi desain perlu dilakukan untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai jadwal dan menghasilkan fasilitas pendidikan yang berkualitas.
Tak hanya itu, Sudjatmiko juga mendorong konsep pembangunan yang ramah lingkungan dengan memperkuat sistem resapan air serta menghadirkan ruang hijau yang lebih edukatif melalui penanaman pohon buah.
Ia berharap Sekolah Rakyat tidak sekadar menjadi bangunan pendidikan, tetapi juga menjadi ruang tumbuh yang sehat, aman, dan menyenangkan bagi anak-anak Indonesia.
“Program Sekolah Rakyat harus menjadi simbol bahwa negara hadir untuk memberikan kesempatan yang sama kepada setiap anak Indonesia. Karena itu, pembangunan harus dilakukan dengan baik, berkualitas, memperhatikan keselamatan, serta ramah terhadap lingkungan,” pungkasnya.
Sudjatmiko optimistis Sekolah Rakyat dapat menjadi model pendidikan nasional yang tidak hanya membantu memutus rantai kemiskinan, tetapi juga menghadirkan standar fasilitas pendidikan yang berpihak pada keselamatan dan masa depan anak-anak Indonesia (red)

Berita terkait