JAKARTA, BERITA SENAYAN – Mantan Ketua MPR RI Amien Rais menilai wacana pemakzulan Presiden Prabowo Subianto maupun Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sangat sulit direalisasikan dalam kondisi politik saat ini. Menurutnya, mekanisme konstitusional yang ketat dan konstelasi politik di parlemen membuat upaya impeachment hampir mustahil dilakukan.

Amien menjelaskan bahwa proses pemakzulan presiden dan wakil presiden tidak bisa dilakukan hanya berdasarkan tekanan politik atau ketidakpuasan publik. UUD 1945 telah mengatur prosedur yang panjang dan berlapis, mulai dari DPR, Mahkamah Konstitusi, hingga MPR.

“Mengharapkan para anggota DPR-MPR berani memaksa Presiden Prabowo, rasa-rasanya itu mustahil. Semarah apa pun kita pada Gibran, dengan konstelasi pimpinan DPR-MPR yang sekarang ini, kiranya melakukan impeachment terhadap Gibran itu juga amat sangat sulit,” ujar Amien Rais dalam pernyataan resminya lewat kanal youtubenya, Amien Rais Official, Jum’at (12/06).

Menurut tokoh Reformasi 1998 tersebut, pemakzulan hanya dapat dilakukan apabila terdapat pelanggaran luar biasa yang memenuhi syarat hukum dan konstitusi. Karena itu, ia meminta publik memahami bahwa pergantian kepemimpinan nasional tidak bisa dilakukan secara sembarangan.

Ingatkan Mekanisme Konstitusi Harus Dihormati

Amien menegaskan bahwa Indonesia telah memiliki mekanisme pergantian kekuasaan yang jelas melalui pemilu setiap lima tahun. Ia menilai ritme demokrasi tersebut harus dijaga untuk menghindari instabilitas politik nasional.

Menurutnya, pengalaman masa lalu menunjukkan pergantian pemimpin yang terlalu cepat justru menguras energi bangsa dan menghambat pembangunan.

“Ritme pergantian kekuasaan per lima tahun sekali sesuai UUD 1945 harus kita pertahankan supaya tidak ada pemerintahan pusat yang diturunkan di tengah jalan,” katanya.

Soroti Kondisi Ekonomi Nasional

Meski menolak wacana pemakzulan, Amien mengaku tetap memiliki sejumlah catatan kritis terhadap kondisi bangsa saat ini. Ia menyoroti gelombang PHK, lesunya aktivitas ekonomi, hingga tekanan terhadap daya beli masyarakat.

Karena itu, ia meminta Presiden Prabowo dan para menteri lebih fokus menyelesaikan persoalan ekonomi ketimbang menampilkan aktivitas yang dapat menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat.

Amien menilai pemerintah masih harus bekerja keras untuk menjawab berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi rakyat. Namun demikian, ia menegaskan kritik terhadap pemerintah tidak boleh diarahkan pada upaya menggulingkan kekuasaan di luar mekanisme konstitusional.

Baginya, jalan terbaik adalah memberikan kesempatan kepada Presiden Prabowo untuk menuntaskan masa jabatannya hingga 2029 sambil terus dikawal melalui kritik dan pengawasan publik (red)