JAKARTA, BERITA SENAYAN – Viralitas lagu “Mas Bahlil Ganteng” (MBG) di berbagai platform media sosial dinilai telah membawa efek besar terhadap citra Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia. Tokoh Muda Partai Golkar, Aisah Hamim, menilai lagu tersebut berhasil membangun kedekatan emosional antara Bahlil dengan Gen Z dan Gen Alpha tanpa harus melalui kampanye politik konvensional.
Menurut Aisah, fenomena MBG menunjukkan bagaimana budaya digital kini mampu menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara tokoh politik dan masyarakat, khususnya kalangan muda yang aktif di media sosial.
“Kalau dikaitkan dengan Partai Golkar dan Bahlil Lahadalia, secara teori memang ada kemungkinan terjadi brand amplification. Nama tokoh menjadi lebih dikenal, tingkat awareness meningkat, dan citra dekat dengan anak muda bisa terbentuk tanpa biaya kampanye konvensional yang besar,” kata Aisah lewat keterangannya yang diterima redaksi Berita Senayan, Sabtu (06/06).
Lagu MBG sendiri belakangan menjadi salah satu konten yang banyak digunakan di TikTok, Instagram, Facebook, hingga berbagai video promosi UMKM. Potongan lirik yang unik dan mudah diingat membuat lagu tersebut cepat menyebar dan menjadi tren di dunia maya.
Aisah menilai keberhasilan lagu itu tidak terlepas dari karakter personal Bahlil yang selama ini dikenal memiliki gaya komunikasi santai, akrab, dan penuh humor.
“Menurut saya beliau adalah pribadi yang unik, ramah, punya gaya yang asik. Semua orang tahu bahwa Kanda Bahlil selalu mempunyai gaya tersendiri,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sapaan khas “kanda” dan “dinda” yang sering digunakan Bahlil selama berinteraksi dengan kader muda kini semakin dikenal luas oleh masyarakat. Bahkan, istilah tersebut mulai digunakan dalam percakapan sehari-hari di luar lingkungan organisasi.
Menurut Aisah, tidak banyak tokoh politik yang mampu membangun komunikasi publik dengan cara yang ringan namun tetap efektif. Karena itu, fenomena MBG menjadi contoh bagaimana pendekatan yang humanis dapat meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap seorang pemimpin.
“Gaya komunikasi yang luwes ini sangat baik digunakan agar suasana tampak akrab dan dekat secara emosional. Tidak semua pemimpin mempunyai karakter dan gaya seperti ini,” katanya.
Ia juga menilai tren MBG memberikan warna baru dalam komunikasi politik Indonesia yang selama ini sering dianggap terlalu formal dan penuh ketegangan.
Di tengah tingginya dinamika politik nasional, konten-konten kreatif seperti lagu MBG justru mampu menghadirkan suasana yang lebih cair dan menghibur tanpa menghilangkan pesan politik yang ingin disampaikan.
Selain meningkatkan popularitas Bahlil, fenomena tersebut juga dinilai berdampak positif terhadap citra Partai Golkar, terutama di kalangan pemilih muda yang menjadi salah satu segmen penting menjelang Pemilu 2029.
Bagi Aisah, viralnya MBG membuktikan bahwa era digital telah mengubah cara publik mengenal dan berinteraksi dengan tokoh politik. Kini, kedekatan emosional sering kali dibangun melalui konten kreatif yang lahir secara organik di media sosial (red)

Berita terkait