JAKARTA, BERITA SENAYAN – Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPR RI menegaskan bahwa upaya menurunkan angka kemiskinan nasional tidak cukup hanya mengandalkan program bantuan sosial (bansos). Pemerintah diminta fokus menciptakan lapangan kerja produktif yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat secara berkelanjutan.
Hal itu disampaikan Juru Bicara Fraksi PKB DPR RI, Muhammad Kadafi, saat menyampaikan pandangan fraksi terhadap Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027 dalam Rapat Paripurna DPR RI, Kamis (4/6/2026).
Menurut Kadafi, target pemerintah menurunkan tingkat kemiskinan menjadi 6 hingga 6,5 persen pada 2027 harus dibarengi dengan kebijakan ekonomi yang mampu menciptakan pertumbuhan berkualitas dan inklusif.
“Penurunan kemiskinan tidak cukup hanya mengandalkan bantuan sosial. Faktor yang paling menentukan adalah terciptanya pekerjaan produktif dengan pendapatan yang memadai,” ujar Kadafi.
PKB menilai target rasio gini sebesar 0,362 hingga 0,367 juga menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah. Sebab, pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak akan berdampak signifikan jika manfaatnya tidak dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.
Dalam pandangannya, Fraksi PKB menekankan pentingnya mendorong investasi yang mampu menyerap tenaga kerja, memperkuat sektor usaha produktif, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar target pengurangan kemiskinan dapat tercapai secara berkelanjutan.
Selain itu, PKB juga menyoroti target tingkat pengangguran terbuka tahun 2027 yang diproyeksikan berada pada kisaran 4,30 hingga 4,87 persen. Meski angka tersebut dinilai cukup realistis, Kadafi mengingatkan bahwa kualitas pekerjaan yang tersedia harus menjadi perhatian utama pemerintah.
“Angka pengangguran yang rendah belum tentu menunjukkan kondisi ketenagakerjaan yang berkualitas apabila mayoritas pekerja masih berada di sektor informal dengan tingkat pendapatan yang rendah,” katanya.
PKB juga mendukung target pemerintah untuk meningkatkan proporsi lapangan kerja formal menjadi 40,81 persen. Menurut Kadafi, target tersebut hanya dapat dicapai melalui sinergi pemerintah, dunia usaha, dan investor dalam memperluas kesempatan kerja yang layak bagi masyarakat.
Fraksi PKB berharap seluruh kebijakan fiskal dalam RAPBN 2027 benar-benar diarahkan untuk menciptakan kesejahteraan yang nyata, bukan sekadar mengejar pertumbuhan ekonomi secara statistik. Dengan demikian, manfaat pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas, terutama kelompok rentan dan berpenghasilan rendah (red)

Berita terkait