JAKARTA, BERITA SENAYAN – Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menyampaikan kekhawatiran partainya terhadap menguatnya peran militer dalam kehidupan sipil serta munculnya berbagai bentuk pembungkaman terhadap suara kritis masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Hasto saat memimpin Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila di Halaman Parkir Masjid At-Taufiq, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (1/6/2026).
“Hari ini PDI Perjuangan sangat mengkhawatirkan terhadap menguatnya militerisme. Kita juga menolak berbagai bentuk pembungkaman terhadap komponen masyarakat yang kritis sebagaimana sering disuarakan oleh masyarakat sipil akhir-akhir ini,” ujar Hasto.
Menurutnya, Pancasila mengandung nilai kemanusiaan yang menolak segala bentuk penindasan dan penyalahgunaan kekuasaan. Karena itu, sikap kritis masyarakat terhadap berbagai persoalan bangsa harus dipandang sebagai bagian dari tanggung jawab warga negara, bukan ancaman terhadap negara.
Kritik Bukan Musuh Demokrasi
Hasto menegaskan bahwa kritik yang disampaikan masyarakat lahir dari rasa cinta terhadap tanah air dan kepedulian terhadap masa depan bangsa. Oleh sebab itu, ruang demokrasi harus tetap dijaga agar warga negara dapat menyampaikan pendapat secara bebas dan bertanggung jawab.
“Sikap kritis adalah tanggung jawab politik setiap warga negara Indonesia karena rasa cinta kepada tanah air. Sikap kritis tidak bisa dihadapi dengan represi,” tegasnya.
Ia menilai kebebasan berpendapat, berserikat, dan berkumpul merupakan bagian dari nilai-nilai dasar Pancasila yang harus dihormati dan dijamin oleh negara.
Pancasila Tolak Penyalahgunaan Kekuasaan
Dalam pidatonya, Hasto juga menekankan bahwa sila kemanusiaan dalam Pancasila harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui penghormatan terhadap hak-hak warga negara.
Menurutnya, negara memiliki kewajiban untuk melindungi rakyat, bukan melakukan tindakan yang berpotensi membatasi kebebasan sipil.
“Ia harus menjadi realitas dalam kehidupan sehari-hari yang mewujud sebagai kemerdekaan dari rasa takut, kemerdekaan berpendapat, berserikat, dan berkumpul. Kemanusiaan ini menentang berbagai bentuk penyalahgunaan kekuasaan aparatur negara yang seharusnya melindungi rakyatnya,” kata Hasto.
Semangat Pancasila Membebaskan Rakyat
Hasto menambahkan bahwa Pancasila lahir dari sejarah panjang perjuangan bangsa Indonesia melawan kolonialisme dan berbagai bentuk penindasan. Karena itu, semangat pembebasan rakyat tidak dapat dipisahkan dari nilai-nilai yang terkandung dalam ideologi negara.
“Pancasila bukan hanya falsafah pandangan hidup dasar dan tujuan bernegara. Pancasila mengandung suatu tekad untuk membebaskan rakyat Indonesia dari berbagai belenggu penjajahan dan penindasan,” pungkasnya.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu sorotan dalam peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 yang digelar PDIP, sekaligus menegaskan sikap partai dalam menjaga demokrasi, kebebasan sipil, dan nilai-nilai kemanusiaan yang terkandung dalam Pancasila (red)

Berita terkait