JAKARTA, BERITA SENAYAN – Analis komunikasi politik Hendri Satrio menilai pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Pengantar dan Keterangan Pemerintah atas Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal 2027 di DPR RI sarat dengan pesan politik yang bersayap.

Menurut Hendri Satrio atau Hensa, dalam komunikasi politik satu pernyataan dapat memunculkan beragam tafsir, terlebih jika disampaikan dalam forum resmi kenegaraan seperti rapat paripurna DPR RI.

“Intinya, seperti biasa dalam politik, semua ucapan politisi itu bersayap. Satu kalimat sentilan bisa menjadi apresiasi sekaligus pengingat, sekaligus sindiran halus, tergantung siapa yang mendengar dan seberapa dalam ia membaca konteksnya,” ujar Hensa, Kamis (21/5/2026).

Founder Lembaga Survei KedaiKOPI itu menyoroti salah satu bagian pidato Prabowo yang menyinggung kader Partai Golongan Karya saat membahas pengalaman birokrasi pemerintahan.

Menurutnya, pernyataan Prabowo bukan sekadar candaan ringan, melainkan bentuk pengakuan terhadap pengalaman panjang Golkar dalam pemerintahan dan birokrasi nasional.

“Saat Pak Prabowo bercerita soal birokrat yang datang sore hari minta tanda tangan padahal kita sudah capek, lalu dia bilang ‘banyak dari Golkar yang senyum, berarti pengalamannya banyak’, sambil nyebut nama Bahlil Lahadalia dan Airlangga Hartarto, dan mengaku dirinya juga mantan Golkar, itu bukan sekadar bercandaan ringan,” kata Hensa.

Ia menilai pernyataan tersebut mengandung pesan politik yang halus sekaligus menunjukkan posisi strategis Golkar sebagai partai yang berpengalaman dalam mengelola pemerintahan.

“ Itu cara halus untuk mengakui pengalaman panjang Golkar di birokrasi dan pemerintahan, sekaligus mengingatkan bahwa Golkar adalah partai yang paling ‘paham’ cara kerja mesin pemerintahan,” lanjutnya.

Hensa menyimpulkan pidato Prabowo dalam forum DPR RI tersebut penuh dengan komunikasi politik berlapis yang dapat dimaknai berbeda tergantung sudut pandang pendengarnya.

Ia menilai gaya komunikasi seperti itu lazim digunakan politisi senior untuk menyampaikan pesan tanpa harus berbicara secara langsung atau eksplisit (red)