DENPASAR, BERITA SENAYAN – Anggota Komisi VIII DPR RI I Ketut Kariyasa Adnyana menyoroti masih terbatasnya kuota Program Indonesia Pintar (PIP) untuk mahasiswa perguruan tinggi di Bali, meski kebutuhan bantuan pendidikan terus meningkat setiap tahun.
Hal itu disampaikan Kariyasa saat memimpin pertemuan dengan Rektor dan sivitas akademika Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa dalam kunjungan kerja spesifik di Denpasar, Bali, Selasa (19/5/2026).
Menurutnya, tingginya minat masyarakat Bali melanjutkan pendidikan tinggi belum sepenuhnya diimbangi dengan dukungan bantuan pendidikan yang memadai, terutama bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu.
“Walaupun jumlahnya saya kira masih sangat terbatas sekali tapi ini sangat bermanfaat bagi beasiswa ataupun untuk membantu pendidikan di perguruan tinggi yang ada di Bali baik negeri maupun yang swasta,” ujar Kariyasa.
Politisi Fraksi PDI Perjuangan itu menjelaskan selama ini banyak perguruan tinggi masih mengalami keterbatasan kuota PIP, padahal program tersebut menjadi salah satu penopang utama mahasiswa dalam menyelesaikan pendidikan.
Ia mengatakan Komisi VIII DPR RI terus mengawal usulan penambahan anggaran bantuan pendidikan agar semakin banyak mahasiswa dapat memperoleh akses kuliah tanpa terkendala biaya.
Selain untuk perguruan tinggi negeri, Kariyasa juga mendorong agar bantuan pendidikan diperluas bagi kampus swasta di Bali yang turut menampung mahasiswa dari kalangan ekonomi menengah ke bawah.
Menurutnya, penambahan bantuan pendidikan menjadi langkah penting untuk menjaga kesempatan belajar masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah (red)

Berita terkait