JAKARTA, BERITA SENAYAN – Presiden Prabowo Subianto meminta bank-bank milik negara menurunkan bunga kredit bagi masyarakat miskin dan pelaku usaha kecil demi menciptakan akses pembiayaan yang lebih adil.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menyampaikan pidato Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027 dalam Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
“Saya perintahkan bank-bank pemerintah, robah, turunkan bunga-bunga untuk rakyat miskin,” ujar Prabowo.
Presiden menyoroti masih adanya ketimpangan akses pembiayaan di sektor perbankan nasional. Menurutnya, masyarakat kecil dan pelaku UMKM justru sering menghadapi bunga pinjaman lebih tinggi dibanding pengusaha besar yang lebih mudah memperoleh kredit.
Prabowo menilai pola penyaluran kredit selama ini masih terlalu berpihak kepada kelompok usaha besar yang telah mapan, sementara pengusaha baru dan UMKM kesulitan mendapatkan modal usaha.
Karena itu, ia meminta bank-bank pemerintah yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) tidak hanya mengejar keuntungan komersial, tetapi juga menjalankan fungsi pemerataan ekonomi nasional.
Menurut Prabowo, akses modal yang lebih mudah dan murah akan membuka peluang lahirnya lebih banyak pengusaha baru di Indonesia.
“Memberi kesempatan ekonomi untuk tumbuh jadi pengusaha-pengusaha yang kuat, pengusaha-pengusaha yang baru,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan kebijakan ekonomi pemerintah harus memberi perlindungan lebih besar kepada masyarakat kecil dan sektor usaha rakyat.
Puan menyebut DPR RI akan terus menjalankan fungsi pengawasan agar arah kebijakan ekonomi benar-benar berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat luas (red)

Berita terkait