JAKARTA, BERITA SENAYAN – Anggota Komisi XIII DPR RI, Meity Rahmatia meminta aparat penegak hukum membongkar aktor intelektual dan jaringan dalam negeri di balik operasional sindikat judi online asing yang digerebek di Jakarta Barat.

Menurut Meity, keberadaan ratusan warga negara asing yang menjalankan aktivitas kejahatan digital di Indonesia menunjukkan adanya celah serius dalam sistem keamanan nasional.

“Dalam konteks keamanan negara, realitas ini sangat mengancam. Dan artinya pula, aktivitas ini melibatkan dukungan oknum yang memiliki akses dari dalam. Pemerintah harus serius,” ujar Meity dalam keterangan tertulis yang dikutip Parlementaria di Jakarta, Jumat (15/5/2026).

Sebelumnya, Bareskrim Polri membongkar markas judi online di Hayam Wuruk Plaza Tower, Jakarta Barat, pada Kamis (7/5/2026). Dalam penggerebekan tersebut, polisi menangkap 320 warga negara asing.

Mereka terdiri atas 228 warga Vietnam, 57 warga China, 13 warga Myanmar, 11 warga Laos, lima warga Thailand, serta masing-masing tiga warga Malaysia dan Kamboja.

Politisi Fraksi PKS itu menduga para pelaku merupakan bagian dari sindikat transnasional yang sebelumnya beroperasi di kawasan Indochina seperti Kamboja, Laos, Myanmar, Thailand, dan Vietnam.

Menurutnya, para sindikat tersebut menyebar ke berbagai negara, termasuk Indonesia, akibat meningkatnya operasi penindakan di kawasan asal mereka serta konflik yang terjadi di beberapa negara tetangga.

Meity menilai kasus tersebut menjadi alarm bahaya bagi keamanan Indonesia dan harus ditangani melalui operasi lintas lembaga yang terkoordinasi hingga ke daerah-daerah.

“Kehadiran para sindikat judi, penipuan online, ditambah narkoba, secara pelan-pelan akan menjadikan Indonesia sebagai sarang kejahatan internasional, yang tidak hanya mencari keuntungan ekonomi, tapi juga merusak generasi bangsa,” katanya.

Ia juga mengingatkan, jika pemerintah tidak bertindak tegas, Indonesia berpotensi mendapat stigma sebagai negara yang lemah dalam mengendalikan ancaman kejahatan lintas negara.

“Sebagai negara yang diperhitungkan di Asia, apalagi Asia Tenggara, Indonesia tak boleh mendapat stigma tersebut. Mereka harus diperangi, termasuk membongkar dalang-dalang dari dalam,” pungkas legislator asal Sulawesi Selatan itu (red)