JAKARTA, BERITA SENAYAN – Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, Ruslan Daud, mendukung komitmen Presiden Prabowo Subianto memperkuat konektivitas antardesa dan pemerataan infrastruktur dasar di seluruh Indonesia.
Dukungan tersebut disampaikan Ruslan merespons pidato Presiden Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jumat (14/8/2026).
Menurut Ruslan, pembangunan infrastruktur harus diarahkan untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat, terutama warga di wilayah terpencil yang masih menghadapi keterbatasan akses jalan dan jembatan.
“Pembangunan infrastruktur harus benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. Jangan sampai masih ada anak-anak yang harus mempertaruhkan keselamatan atau menempuh perjalanan berjam-jam hanya untuk pergi ke sekolah karena akses jembatan dan jalan belum tersedia,” ujar Ruslan, Sabtu (15/8/2026).
Jembatan Desa Jadi Penentu Akses Pendidikan
Ruslan menilai keberadaan jembatan desa bukan sekadar persoalan infrastruktur, tetapi berkaitan langsung dengan akses masyarakat terhadap pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan berbagai pelayanan dasar.
Politisi PKB dari daerah pemilihan Aceh 2 itu menegaskan, pembangunan proyek strategis nasional harus tetap berjalan bersamaan dengan pemenuhan kebutuhan infrastruktur dasar masyarakat di pelosok.
“Kita harus selalu mengerti bahwa negara harus hadir untuk rakyat yang paling terpencil. Rakyat yang paling jauh dari pusat-pusat kehidupan yang besar harus menikmati kualitas hidup yang baik,” katanya.
Menurut Ruslan, ketimpangan pembangunan antara wilayah perkotaan dan perdesaan harus terus ditekan. Pemerintah perlu memberikan perhatian lebih besar kepada daerah terpencil, tertinggal, dan kepulauan yang selama ini masih menghadapi keterbatasan konektivitas.
“Jangan sampai ada kesenjangan antara pembangunan di pusat kota dengan masyarakat di desa-desa dan wilayah terpencil. Infrastruktur dasar harus menjadi fondasi agar seluruh masyarakat merasakan kehadiran negara,” tegasnya.
Target 5.000 Jembatan Harus Dikawal
Sebelumnya, Presiden Prabowo dalam pidatonya menargetkan pembangunan lebih dari 5.000 jembatan desa dapat rampung hingga akhir 2026.
Target tersebut ditujukan antara lain untuk memastikan anak-anak di berbagai daerah tidak lagi mempertaruhkan keselamatan ketika menyeberangi sungai untuk berangkat ke sekolah.
Ruslan meminta target tersebut dikawal secara serius agar pembangunan tidak sekadar mengejar jumlah proyek yang selesai.
Menurutnya, pemerintah harus memastikan setiap jembatan yang dibangun memenuhi standar kualitas konstruksi, tepat sasaran, serta memiliki sistem pemeliharaan yang berkelanjutan.
“Yang harus kita pastikan bukan hanya berapa banyak jembatan yang dibangun, tetapi apakah benar-benar dibutuhkan masyarakat, berkualitas, aman digunakan, dan dapat bertahan dalam jangka panjang,” ujarnya.
Ruslan menegaskan pemerataan infrastruktur merupakan bagian penting dari upaya menghadirkan negara hingga ke wilayah paling terpencil.
Ia berharap pembangunan konektivitas antardesa dapat membuka akses masyarakat terhadap pendidikan, pelayanan kesehatan, aktivitas ekonomi, sekaligus mempercepat pemerataan kesejahteraan di berbagai daerah (red)

Berita terkait