JAKARTA, BERITA SENAYAN – Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PKB, Oleh Soleh, menekankan pentingnya peran negara dalam menjamin kelanjutan pendidikan pelajar Indonesia di luar negeri yang terdampak konflik dan situasi darurat. Hal tersebut disampaikan saat menerima audiensi Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia di Gedung DPR RI, Senin (20/4/2026). Ia menilai, selain aspek keamanan, keberlanjutan pendidikan harus menjadi prioritas utama pemerintah.
Menurutnya, kondisi perang yang terjadi di sejumlah wilayah, khususnya di Timur Tengah, berpotensi mengganggu proses belajar mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di luar negeri.
“Pemerintah harus memfasilitasi kelanjutan pendidikan mereka. Jika mereka tidak bisa kembali ke negara tempat studi, maka harus ada solusi agar pendidikan tetap berjalan,” ujarnya.
Ia mencontohkan pelajar Indonesia di Iran yang berpotensi terdampak konflik. Menurutnya, pemerintah perlu menyiapkan skema relokasi pendidikan, baik ke negara lain maupun ke perguruan tinggi di dalam negeri.
Selain itu, Oleh juga menyoroti pentingnya regulasi yang mengatur perlindungan pelajar secara komprehensif, termasuk dalam kondisi darurat seperti perang, bencana, maupun ancaman keamanan lainnya.
Ia menegaskan bahwa negara tidak boleh hanya fokus pada proses evakuasi, tetapi juga harus memastikan masa depan pendidikan para pelajar tetap terjaga.
“Pelajar adalah investasi masa depan bangsa. Jangan sampai konflik global mengorbankan masa depan pendidikan mereka,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyatakan dukungannya terhadap usulan Rancangan Undang-Undang Perlindungan Pelajar Indonesia di Luar Negeri sebagai payung hukum yang dapat memberikan kepastian perlindungan, termasuk dalam aspek pendidikan, keamanan, dan kesehatan.
Dengan adanya regulasi tersebut, ia berharap negara dapat hadir secara lebih konkret dalam melindungi pelajar Indonesia di berbagai belahan dunia (red).

Berita terkait