JAKARTA, BERITA SENAYAN – Sekretaris Jenderal Partai Golkar sekaligus Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI, M. Sarmuji, merespons peringatan mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer atau Noel, terkait potensi gejolak politik yang disebut dapat mengganggu stabilitas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Sarmuji, potensi gejolak politik memang selalu ada dalam setiap pemerintahan. Namun, ia menegaskan bahwa sebuah gerakan besar tidak akan terjadi tanpa adanya faktor pemicu yang kuat atau raison d’etre.

“Potensi seperti itu selalu ada. Tapi untuk terjadinya gejolak politik harus ada raison de’etre atau alasan untuk terjadi. Pemerintah harus tanggap situasi dan yang penting menutup raison de’etre-nya,” ujar Sarmuji, Jumat (5/6/2026).

Politikus Partai Golkar itu menjelaskan terdapat tiga faktor utama yang berpotensi menjadi pemicu ketidakstabilan politik. Pertama adalah persoalan daya beli masyarakat akibat kenaikan harga kebutuhan pokok, kedua kerusakan fundamental ekonomi, dan ketiga menurunnya legitimasi atau dukungan politik terhadap pemerintah.

“Raison de’etre itu adalah kenaikan harga yang tidak terjangkau, kerusakan fundamental ekonomi, dan anjloknya dukungan politik,” jelasnya.

Meski demikian, Sarmuji menilai kondisi tersebut saat ini belum terjadi. Ia meyakini pemerintah masih mampu mengendalikan berbagai faktor yang berpotensi memicu gejolak sehingga stabilitas politik nasional tetap terjaga.

“Saya meyakini hingga saat ini, pemerintah masih bisa mengendalikan situasi. Raison de’etre-nya masih bisa dicegah,” tegasnya.

Sebagai partai yang berada dalam koalisi pemerintahan, Golkar berkomitmen untuk terus mendukung berbagai program Presiden Prabowo agar berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurut Sarmuji, keberhasilan program-program pemerintah menjadi faktor penting dalam menjaga tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan saat ini.

“Kami sebagai partai pendukung akan terus berusaha agar pemerintah sukses menjalankan program, sehingga dukungan publik tetap tinggi. Alhamdulillah hingga saat ini dukungan rakyat terhadap pemerintah masih cukup besar,” katanya.

Sebelumnya, Immanuel Ebenezer atau Noel mengingatkan adanya potensi konsolidasi lintas elemen yang dapat memicu gejolak politik dan gerakan massa dalam waktu dekat. Pernyataan tersebut kemudian memunculkan berbagai respons dari kalangan politik, termasuk Partai Golkar yang menilai kondisi nasional masih berada dalam situasi yang terkendali.

Dengan optimisme terhadap kondisi ekonomi dan dukungan publik yang masih kuat, Sarmuji menegaskan bahwa pemerintah memiliki ruang yang cukup untuk mencegah munculnya faktor-faktor pemicu gejolak politik di masa mendatang (red)