Ketua DPC PPP Pasangkayu Kecam Klaim Aklamasi Kubu Mardiono
Senin, 29 September 2025, 22:54:25 WIB
JAKARTA, BERITA SENAYAN – Ketua DPC PPP Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, Herman Yunus mengecam langkah sepihak kubu Muhamad Mardiono yang mengklaim kemenangan aklamasi dalam Muktamar X Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Ia menilai pernyataan tersebut tidak hanya menyalahi aturan, tetapi juga mencederai marwah demokrasi partai.
“Pernyataan aklamasi itu klaim sepihak. Tidak ada proses aklamasi tanpa persetujuan forum. Itu manipulasi terang-terangan dan pengabaian terhadap hak dasar muktamirin,” tegas Herman dalam keterangan yang diterima redaksi BERITA SENAYAN, Senin (29/9/2025).
Menurutnya, kedaulatan pemilihan berada di tangan peserta muktamar, bukan pada kelompok tertentu yang ingin memaksakan hasil. Ia menilai sikap kubu Mardiono melanggar prinsip dasar AD/ART PPP yang mengatur mekanisme pemilihan ketua umum.
“Sikap itu bukan hanya melanggar aturan, tetapi juga merusak tradisi demokrasi internal partai,” lanjutnya.
Herman memperingatkan, jika proses pemilihan tidak kembali ke mekanisme yang sah, PPP berpotensi mengalami krisis legitimasi kepemimpinan. “Langkah sepihak ini menunjukkan adanya kelompok yang lebih mementingkan kepentingan sendiri dibandingkan marwah partai,” tandasnya.
Ia mendesak seluruh pihak di PPP untuk kembali ke jalur musyawarah dan menegakkan kedaulatan muktamirin agar hasil muktamar memiliki kekuatan hukum dan dukungan moral dari seluruh kader.
Muktamar X PPP sendiri terbelah antara kubu Agus Suparmanto dan Muhamad Mardiono, yang sama-sama mengklaim dukungan mayoritas. Hingga kini, proses muktamar masih berlangsung dengan situasi internal partai yang kian memanas (red).
Berita terkait
Menutup Rangkaian Ramadhan, FOSTA FPG DPR...
AHY Colek Sugiono : Demokrat Turun...
AHY Targetkan Partai Demokrat Kembali Kokoh...
AS-Israil VS Iran, FOSTA Respon Dampaknya...
Hasto: Politik Bebas Aktif Dasari Sikap...
Luluk Nur Hamidah: PBB Harus Sanksi...
Berita Terbaru
Menutup Rangkaian Ramadhan, FOSTA FPG DPR...
Paradoks Khamenei: Imam Tertinggi Revolusi Penggemar...
