JAKARTA, BERITA SENAYAN – Pengamat politik Hendri Satrio alias Hensa mengingatkan Kabinet Merah Putih agar memanfaatkan tiga tahun tersisa masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk membuktikan hasil kerja nyata kepada masyarakat. Menurutnya, apresiasi Presiden terhadap kinerja kabinet selama dua tahun pertama harus menjadi dorongan untuk meningkatkan pencapaian, bukan alasan bagi para menteri untuk merasa puas.
Hensa menilai, pemerintahan tidak bisa terus berada dalam tahap penyesuaian karena masyarakat membutuhkan hasil kebijakan yang dapat dirasakan langsung dalam kehidupan sehari-hari. Ia menyoroti pentingnya ketersediaan lapangan kerja, keterjangkauan harga kebutuhan pokok, serta kemampuan keluarga memenuhi kebutuhan hidup sebagai tolok ukur yang lebih konkret.
“Yang bilang membanggakan itu Pak Prabowo, dan sah-sah saja. Tapi ‘membanggakan’ itu kata sifat. Rakyat butuhnya kata kerja, misal harga terjangkau, lapangan kerja ada, dapur tetap ngebul, kebijakan kelas menengah,” kata Hensa.
Pendiri lembaga survei KedaiKOPI tersebut menekankan, penilaian Presiden Prabowo terhadap kabinet merupakan pandangan kepala pemerintahan. Sementara itu, penilaian masyarakat perlu dilihat dari dampak kebijakan yang mereka rasakan serta respons publik terhadap kinerja pemerintah.
Menurut Hensa, tiga tahun ke depan harus dimanfaatkan untuk mempercepat pelaksanaan program, memperbaiki kekurangan, dan memastikan setiap kementerian memiliki capaian yang jelas. Ia menilai keberhasilan pemerintah tidak cukup ditunjukkan melalui pidato atau laporan kinerja, tetapi harus terlihat dari perubahan nyata bagi masyarakat.
Hensa Ibaratkan Kabinet Prabowo seperti Tim Sepak Bola
Hensa menanggapi analogi sepak bola yang digunakan Prabowo ketika berbicara mengenai peran para menteri dan pejabat dalam pemerintahannya. Dalam analogi tersebut, kabinet diibaratkan sebagai tim yang memiliki pemain dengan posisi dan tanggung jawab berbeda.
Menurut Hensa, menjaga semangat seluruh anggota tim memang menjadi bagian dari tugas seorang pelatih. Namun, motivasi harus disertai evaluasi dan pembagian peran yang efektif agar seluruh anggota kabinet dapat berkontribusi terhadap pencapaian pemerintah.
“Kabinetnya memang mirip tim sepak bola. Bedanya, bangku cadangannya panjang sekali. Wajar kalau pelatihnya harus rajin kasih semangat supaya yang duduk di bangku enggak ngambek,” kata Hensa.
Ia menilai, analogi tersebut juga menunjukkan bahwa setiap pejabat perlu memahami tanggung jawabnya dan memberikan kontribusi sesuai peran masing-masing. Menteri dan kepala lembaga tidak cukup hanya menjadi bagian dari tim pemerintahan, tetapi harus mampu menerjemahkan arahan Presiden menjadi kebijakan yang efektif.
Hensa mengingatkan, evaluasi terhadap kinerja kabinet perlu dilakukan secara objektif agar pemerintah mengetahui program yang telah berjalan baik maupun pekerjaan yang belum mencapai target. Langkah tersebut penting agar sisa masa pemerintahan tidak habis untuk penyesuaian tanpa hasil yang terukur.
Hendri Satrio Minta Menteri Buktikan Kinerja kepada Rakyat
Hensa menegaskan, dua tahun pertama pemerintahan dapat dipandang sebagai masa pemanasan. Namun, menurutnya, tiga tahun berikutnya harus menjadi periode pembuktian bagi kabinet untuk menghasilkan capaian yang lebih konkret.
“Dua tahun pertama anggaplah pemanasan. Tiga tahun sisanya sudah harus cetak gol. Penonton di tribun itu sabar, tapi ada batasnya,” tandasnya.
Ia menilai, masyarakat memiliki ekspektasi terhadap program pemerintah yang berkaitan langsung dengan kesejahteraan. Karena itu, para menteri perlu memastikan kebijakan di sektor masing-masing mampu menjawab persoalan yang dihadapi warga, bukan sekadar memenuhi indikator administratif.
Hensa juga mengingatkan pentingnya konsistensi pemerintah dalam menyampaikan dan menjalankan kebijakan. Menurutnya, kepercayaan publik dapat tumbuh ketika pernyataan pejabat selaras dengan tindakan dan hasil yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Selain mempercepat program, ia mendorong kabinet tetap terbuka terhadap kritik sebagai bahan evaluasi. Kritik publik, menurutnya, tidak semestinya dipandang sebagai gangguan, melainkan dapat membantu pemerintah mengenali kekurangan dan memperbaiki kebijakan.
Hensa berharap sisa masa pemerintahan Prabowo-Gibran dapat dimanfaatkan untuk memperkuat koordinasi antarkementerian, meningkatkan efektivitas pelaksanaan program, serta menghadirkan dampak yang lebih nyata bagi masyarakat.
Baginya, keberhasilan kabinet pada akhirnya bukan hanya soal apresiasi Presiden terhadap kinerja para menterinya, melainkan kemampuan pemerintah memenuhi kebutuhan rakyat. Tiga tahun ke depan menjadi kesempatan bagi Kabinet Merah Putih untuk membuktikan bahwa penghargaan terhadap kinerja benar-benar sejalan dengan hasil yang dirasakan masyarakat (red)

Berita terkait