JAKARTA, BERITA SENAYAN – Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Taufiq R. Abdullah, mendesak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Prancis dan Italia meningkatkan pemantauan keamanan menyusul kericuhan dalam demonstrasi di kedua negara tersebut. Ia meminta perlindungan terhadap warga negara Indonesia (WNI), termasuk pelajar, pekerja migran, dan wisatawan, diperkuat melalui informasi keamanan yang akurat dan mudah diakses.

Gelombang demonstrasi pada 17–18 Oktober 2026 di sejumlah kota Prancis dan Italia dilaporkan diwarnai bentrokan, perusakan, serta penjarahan. Aksi tersebut antara lain berkaitan dengan kenaikan biaya hidup dan persoalan pelayanan publik.

Taufiq menilai, situasi tersebut membutuhkan langkah antisipasi dari perwakilan diplomatik Indonesia agar masyarakat mengetahui perkembangan keamanan dan dapat menghindari wilayah berisiko.

“Saya yakin perwakilan kita di sana sudah paham menghadapi situasi ini. Yang jelas perlu meningkatkan pemantauan perkembangan situasi keamanan sebagai bahan panduan bagi WNI agar masyarakat tahu wilayah mana yang harus dihindari,” ujar Taufiq di Jakarta, Senin (19/10/2026).

Menurutnya, keselamatan warga Indonesia harus menjadi prioritas. WNI di Prancis dan Italia diimbau tidak mendekati lokasi demonstrasi yang berpotensi menimbulkan bentrokan serta mengikuti arahan otoritas keamanan setempat.

“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Saya percaya teman-teman di sana akan menghindari lokasi demonstrasi yang berpotensi bentrok dan tidak mengambil risiko dengan mendekati kerumunan,” katanya.

Taufiq Minta KBRI Paris dan Roma Siapkan Informasi Darurat

Taufiq meminta KBRI di Paris dan Roma memastikan saluran komunikasi darurat tersedia dan mudah diakses selama situasi keamanan belum kondusif. Ia juga mendorong penyampaian imbauan keselamatan secara berkala melalui media sosial resmi agar WNI memperoleh informasi mengenai wilayah yang perlu dihindari dan langkah yang harus dilakukan dalam keadaan darurat.

“KBRI perlu mengambil langkah tepat agar WNI tidak panik dengan memberikan informasi berkala melalui kanal resminya. Jika situasi di tempat tinggal atau kampus memburuk, segera cari lokasi aman dan ikuti arahan otoritas setempat,” tegasnya.

Ia menilai informasi yang konsisten dapat membantu warga mengambil keputusan dengan lebih tepat, khususnya bagi mahasiswa yang tinggal di sekitar kampus dan pekerja migran yang harus tetap menjalankan aktivitas sehari-hari.

Selain itu, Taufiq meminta perwakilan Indonesia memastikan warga mengetahui jalur komunikasi untuk meminta bantuan apabila menghadapi keadaan darurat. Informasi mengenai perkembangan keamanan perlu disampaikan secara jelas agar tidak menimbulkan kebingungan atau kepanikan di tengah masyarakat.

Taufiq Ingatkan WNI Jangan Terjebak Hoaks Situasi Eropa

Taufiq juga mengingatkan WNI agar tidak mudah percaya maupun menyebarkan kabar yang belum terverifikasi, terutama mengenai penutupan wilayah, pembatasan akses, atau situasi keamanan di sekitar tempat tinggal mereka.

“Jangan mudah percaya hoaks. Pastikan informasi diperoleh dari kanal resmi KBRI, Kementerian Luar Negeri, dan otoritas setempat. Periksa kebenarannya terlebih dahulu sebelum menyebarkan kabar,” ucapnya.

Menurut legislator dari daerah pemilihan Jawa Tengah tersebut, informasi yang keliru dapat memicu kepanikan dan membuat warga mengambil tindakan yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Karena itu, WNI diminta memeriksa kebenaran kabar sebelum membagikannya kepada keluarga, teman, maupun komunitas sesama warga Indonesia.

Taufiq turut mendesak Kementerian Luar Negeri menyusun panduan evaluasi risiko secara berkelanjutan bagi perwakilan Indonesia di berbagai wilayah Eropa yang mengalami gejolak keamanan. Panduan tersebut diharapkan memuat langkah keselamatan yang terukur, pembaruan situasi, dan jalur bantuan yang responsif.

“Penyampaian informasi yang konsisten merupakan bagian penting dari upaya perlindungan WNI di luar negeri. KBRI harus memastikan setiap panduan memuat langkah keselamatan yang terukur dan jalur bantuan yang responsif,” pungkasnya.

Taufiq berharap peningkatan pemantauan dan komunikasi antara KBRI, Kementerian Luar Negeri, serta komunitas WNI dapat memperkuat perlindungan warga Indonesia di luar negeri. Ia menegaskan bahwa informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan menjadi bagian penting dalam mengantisipasi risiko selama situasi demonstrasi berlangsung (red)