JAKARTA, BERITA SENAYAN – Pengamat politik Hendri Satrio menyoroti temuan survei mengenai kebanggaan generasi muda terhadap Indonesia. Berdasarkan survei Lembaga Survei KedaiKOPI yang dirujuknya, sebanyak 81,5 persen pemuda mengaku bangga menjadi orang Indonesia, sementara 18,5 persen lainnya belum merasakan kebanggaan tersebut.

Hendri, yang akrab disapa Hensa, meminta pemerintah tidak menganggap remeh angka tersebut. Menurutnya, temuan itu menjadi pekerjaan rumah yang perlu dijawab melalui program yang secara khusus menyasar generasi muda.

“Ada satu pekerjaan rumah penting yang harus segera diselesaikan pemerintah. Berdasarkan survei Lembaga Survei KedaiKOPI tentang pemuda Indonesia, baru 81,5 persen yang bangga menjadi orang Indonesia. Artinya, ada sekitar 18,5 persen yang tidak bangga sebagai bangsa Indonesia,” tutur Hensa, Senin (19/10/2026).

Ia menilai, apabila angka tersebut dikaitkan dengan jumlah generasi muda Indonesia, persoalannya menyangkut kelompok masyarakat yang besar. Karena itu, pemerintah perlu memahami faktor yang memengaruhi kebanggaan anak muda terhadap identitas kebangsaannya sekaligus menghadirkan program yang relevan dengan kebutuhan mereka.

Hendri Satrio Apresiasi Perubahan Pemerintahan, Soroti Tiga Pekerjaan Rumah

Selain menyoroti kebanggaan generasi muda, Hensa mengapresiasi sejumlah perubahan yang dilakukan pada tahun kedua pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, mulai dari perbaikan kebijakan hingga perombakan kabinet atau reshuffle.

Meski demikian, ia menilai sejumlah persoalan masih memerlukan perhatian serius, terutama pemberantasan korupsi, penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Perubahan-perubahan yang dilakukan pemerintah harus diapresiasi. Tapi masih ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan, seperti pemberantasan korupsi, penanganan kebakaran hutan dan lahan, serta program Makan Bergizi Gratis yang harusnya nihil dari kasus keracunan,” ucap Hensa.

Secara khusus, Hensa menekankan pentingnya evaluasi pelaksanaan MBG. Program yang mulai berjalan pada 6 Januari 2025 itu, menurutnya, harus terus diperbaiki agar kejadian keracunan yang melibatkan penerima manfaat tidak kembali berulang.

Ia menilai keselamatan penerima manfaat harus menjadi prioritas dalam pelaksanaan program tersebut. Pengawasan kualitas makanan, keamanan pengolahan, dan distribusi perlu menjadi perhatian agar tujuan pemenuhan gizi tidak dibayangi risiko kesehatan.

Survei PPI Catat Kepuasan Prabowo 65,2 Persen

Hensa turut menanggapi hasil survei terbaru Parameter Politik Indonesia (PPI) yang mencatat tingkat kepuasan terhadap kinerja Presiden Prabowo mencapai 65,2 persen. Sementara itu, tingkat kepuasan terhadap kinerja pemerintahan secara keseluruhan tercatat 65,4 persen. Survei tersebut dilaksanakan pada 26 September hingga 6 Oktober 2026 dengan melibatkan 1.200 responden di 38 provinsi.

Menurut Hensa, angka kepuasan tersebut menunjukkan perkembangan positif dibandingkan sejumlah hasil survei sebelumnya. Ia berharap perubahan kebijakan dan perbaikan kinerja pemerintah dapat berlanjut sehingga tingkat kepuasan masyarakat semakin meningkat.

“Ini kan hasil terakhir lembaga survei ya, sebelum-sebelumnya kan selalu di bawah 50 persen. Artinya, semoga kinerja pemerintahan ini memang membaik dan terus membaik,” imbuh Hensa.

Namun, ia mengingatkan bahwa hasil survei tidak seharusnya membuat pemerintah mengabaikan persoalan yang masih perlu dibenahi. Pemberantasan korupsi, penanganan karhutla, dan peningkatan keamanan program MBG tetap memerlukan langkah nyata dan evaluasi berkelanjutan.

Di sisi lain, Hensa meminta pemerintah merancang program yang dapat memperkuat rasa kebangsaan di kalangan anak muda. Menurutnya, upaya tersebut perlu menjadi bagian dari agenda pembangunan yang memperhatikan aspirasi dan kebutuhan generasi muda.

“Pemerintah perlu menghadirkan program-program yang bisa meningkatkan kebanggaan pemuda menjadi orang Indonesia. Sebab, 18,5 persen itu kalau disetarakan dengan jumlah anak muda hari ini, jumlahnya puluhan juta,” pungkas Hensa.

Hensa berharap apresiasi terhadap perubahan pemerintahan berjalan beriringan dengan penyelesaian berbagai pekerjaan rumah. Dengan memperbaiki tata kelola, menjaga keselamatan masyarakat, dan memperkuat kebanggaan generasi muda, pemerintah diharapkan mampu menjawab tantangan pada tahun-tahun berikutnya (red)