JAKARTA, BERITA SENAYAN – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menempati posisi teratas sebagai menteri dengan persepsi kinerja terbaik, sedangkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menjadi pejabat negara paling dikenal publik. Temuan tersebut terungkap dalam survei Indonesia Political Survey & Consulting (Indopol Survey) menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Direktur Eksekutif Indopol Survey, Ratno Sulistiyanto, menegaskan bahwa popularitas pejabat tidak selalu sejalan dengan penilaian masyarakat terhadap kinerjanya. Karena itu, hasil survei perlu dibaca berdasarkan indikator yang diukur, bukan sekadar melihat siapa yang paling dikenal masyarakat.
“Popularitas tidak selalu berbanding lurus dengan persepsi kinerja. Figur yang paling dikenal masyarakat belum tentu menjadi figur yang dinilai paling baik kinerjanya,” kata Ratno dalam keterangan tertulis, Senin (19/10/2026).
Dalam kategori menteri dengan persepsi kinerja terbaik, Amran meraih 34,2 persen. Posisi berikutnya ditempati Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan 11,7 persen, disusul Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir sebesar 9,2 persen.
Sementara itu, Bahlil memperoleh 23,3 persen sebagai pejabat negara paling dikenal publik. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya berada di posisi kedua dengan 20,5 persen, sedangkan Erick Thohir menempati posisi berikutnya dengan 17,9 persen.
“Persepsi publik perlu dilihat berdasarkan indikator yang diukur. Tingkat pengenalan terhadap seorang pejabat berbeda dengan penilaian masyarakat atas pelaksanaan tugas dan kepemimpinannya,” ujar Ratno.
Indopol Ungkap Menteri Paling Komunikatif, Tegas, dan Dekat Anak Muda
Survei Indopol juga memetakan persepsi masyarakat terhadap kemampuan komunikasi, ketegasan, dan kedekatan para pejabat dengan kelompok masyarakat tertentu.
Dalam kategori menteri paling komunikatif dalam menjelaskan kebijakan, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memperoleh 34,8 persen. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid berada di urutan berikutnya dengan 15,4 persen, sedangkan Amran meraih 11,4 persen.
Untuk kategori pejabat negara yang dinilai paling tegas, Teddy Indra Wijaya menempati posisi teratas dengan 42,2 persen, diikuti AHY sebesar 16,3 persen. Adapun dalam kategori menteri yang dipersepsikan paling dekat dengan anak muda, AHY memperoleh 28,7 persen, Erick Thohir 15,3 persen, dan Teddy 13,3 persen.
Meutya Hafid juga mencatat hasil menonjol dalam dua kategori. Ia memperoleh 29,6 persen sebagai menteri perempuan paling menonjol dan 21,8 persen sebagai menteri yang dinilai paling meyakinkan ketika tampil di forum internasional.
Ratno menilai pemetaan tersebut memperlihatkan bahwa setiap pejabat memiliki tingkat pengenalan dan persepsi kinerja yang berbeda. Hasil tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah untuk memperbaiki pelaksanaan kebijakan sekaligus meningkatkan komunikasi publik.
Program MBG Paling Diingat, Indopol Soroti Pemerataan Informasi
Indopol Survey turut mengukur sejauh mana masyarakat mengingat program-program pemerintah secara spontan. Hasilnya, program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi kebijakan yang paling banyak disebut responden, yakni 41,7 persen.
Dalam kategori yang sama, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih disebut oleh 5 persen responden, Sekolah Rakyat 1 persen, sedangkan Cek Kesehatan Gratis hanya 0,1 persen. Angka tersebut menggambarkan tingkat pengenalan spontan terhadap program, bukan ukuran langsung atas kepuasan masyarakat atau keberhasilan pelaksanaannya.
“Pengenalan terhadap program pemerintah belum merata. Namun, tingkat pengenalan tidak bisa langsung disamakan dengan kepuasan masyarakat atau keberhasilan pelaksanaannya,” kata Ratno.
Menurutnya, evaluasi pemerintahan perlu memperhatikan pelaksanaan kebijakan dan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat. Efektivitas program prioritas, ketepatan sasaran, kualitas layanan, serta kemampuan pemerintah menyampaikan informasi secara jelas menjadi aspek penting memasuki tahun ketiga pemerintahan.
Survei Nasional Dua Tahun Kinerja Kabinet Merah Putih tersebut dilakukan secara daring pada 13–17 Oktober 2026 dengan melibatkan 1.000 responden berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah, yang berdomisili di 38 provinsi dan memiliki akses internet. Sampel direkrut melalui iklan digital, jaringan koordinator provinsi, dan panel responden Indopol menggunakan metode quota sampling berdasarkan provinsi, jenis kelamin, dan kelompok usia.
Karena menggunakan sampel nonprobabilitas, margin of error tidak dapat dihitung secara statistik dengan cara yang sama seperti pada survei sampel acak. Indopol menyebut angka sekitar 3,1 persen sebagai pembanding untuk sampel acak sederhana berjumlah 1.000 responden, bukan margin of error statistik dari survei ini.
Ratno berharap hasil pemetaan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan program dan komunikasi kebijakan. Menurutnya, popularitas pejabat maupun tingginya ingatan publik terhadap suatu program perlu diikuti manfaat nyata yang dirasakan masyarakat agar kinerja pemerintahan dapat dinilai secara lebih menyeluruh (red)

Berita terkait