JAKARTA, BERITA SENAYAN – Wakil Ketua Komisi X DPR RI Fraksi PKB Lalu Hadrian Irfani menegaskan bahwa rencana pendidikan gratis, termasuk wacana kuliah gratis, harus berjalan beriringan dengan peningkatan mutu pendidikan. Menurutnya, besarnya investasi pemerintah di sektor pendidikan perlu diikuti dengan kualitas lulusan yang semakin baik.

“Bagi kami, mutu pendidikan harus sejalan dengan besaran investasi yang dikeluarkan pemerintah. Semakin besar anggaran yang kita investasikan untuk pendidikan, tentu harapannya kualitas lulusan juga semakin baik,” ujar Lalu Hadrian.

Ia menilai program kuliah gratis tidak cukup hanya memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi. Pemerintah juga perlu memastikan kebijakan tersebut tidak berdampak pada penurunan kualitas pembelajaran maupun standar akademik perguruan tinggi.

Lalu Hadrian Soroti Kapasitas dan Kuota Perguruan Tinggi

Lalu Hadrian mengatakan, apabila pemerintah serius merealisasikan program kuliah gratis, perlu dilakukan pemetaan secara komprehensif terhadap kondisi perguruan tinggi di Indonesia.

Menurutnya, perguruan tinggi negeri memiliki karakteristik dan kapasitas yang berbeda, mulai dari PTN Satuan Kerja (PTN Satker), PTN Badan Layanan Umum (PTN-BLU), hingga PTN Badan Hukum (PTN-BH). Perbedaan tersebut perlu menjadi pertimbangan dalam menyusun kebijakan kuliah gratis.

“Kalau pemerintah benar-benar serius ingin melaksanakan program kuliah gratis, tantangannya adalah bagaimana melihat klaster perguruan tinggi kita hari ini. Ada PTN Satker, PTN-BLU, maupun PTN-BH, yang masing-masing memiliki karakteristik dan kapasitas yang berbeda,” katanya.

Ia menambahkan, kebijakan pendidikan tinggi juga perlu memperhitungkan daya tampung, jumlah dan kualitas dosen, fasilitas pendidikan, serta kemampuan masing-masing kampus dalam menjaga standar akademik.

Menurut Lalu Hadrian, pembatasan kuota sesuai kapasitas perguruan tinggi bukan dimaksudkan untuk menghambat akses masyarakat. Sebaliknya, pengaturan tersebut diperlukan agar perluasan akses pendidikan tinggi tidak mengorbankan mutu lulusan.

“Untuk mendapatkan kualitas atau mutu lulusan yang terbaik, harus ada kompetisi. Ketika ada kompetisi, tentu kuota perlu dibatasi dan disesuaikan dengan kapasitas masing-masing perguruan tinggi,” tegasnya.

Lalu Hadrian Ingatkan Dampak Kuliah Gratis bagi PTS

Selain perguruan tinggi negeri, Lalu Hadrian meminta pemerintah memperhatikan keberlangsungan perguruan tinggi swasta (PTS) dalam merancang kebijakan kuliah gratis.

Menurutnya, PTS merupakan bagian penting dalam ekosistem pendidikan tinggi nasional. Selama ini, PTS turut menampung mahasiswa sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi.

Karena itu, kebijakan kuliah gratis perlu dirancang secara hati-hati agar tidak menimbulkan ketimpangan baru antara PTN dan PTS. Pemerintah dinilai perlu mempertimbangkan dampak kebijakan tersebut terhadap keberlangsungan operasional PTS.

“Jangan sampai kebijakan kuliah gratis justru membuat PTS kehilangan mahasiswa secara drastis. Kalau tidak diantisipasi, kondisi tersebut dapat membuat PTS mati suri,” ujar Lalu Hadrian.

Ia menekankan, perluasan akses pendidikan tinggi harus tetap berjalan bersama dengan upaya menjaga kualitas dan keberlanjutan ekosistem perguruan tinggi secara keseluruhan (red)