JAKARTA, BERITA SENAYAN – Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di wilayah Madura mendapat perhatian Anggota DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dari Daerah Pemilihan Jawa Timur XI Madura, Syafiuddin Asmoro.
Syafiuddin meminta PT Pertamina segera turun tangan dan melakukan investigasi menyeluruh untuk mengetahui penyebab antrean panjang kendaraan yang terjadi di sejumlah wilayah Madura. Antrean untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM), khususnya Pertalite, dilaporkan terjadi di Kabupaten Sumenep, Sampang, dan Bangkalan.
Di Sumenep, pada Selasa (1/9/2026), warga terlihat mengantre panjang hingga harus berpindah dari satu SPBU ke SPBU lainnya demi mendapatkan Pertalite. Sementara di Sampang dan Bangkalan, antrean kendaraan dilaporkan bahkan mencapai lebih dari satu kilometer.
Syafiuddin menilai kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena dapat mengganggu aktivitas masyarakat dan roda perekonomian di Madura.
“Pertamina harus segera turun tangan dan mencari tahu apa sebenarnya penyebab antrean panjang ini. Apakah kuota BBM untuk Madura berkurang, apakah ada persoalan dalam distribusi, atau ada faktor lain yang menyebabkan Pertalite sulit didapatkan masyarakat,” ujar Syafiuddin.
Syafiuddin Minta Pertamina Buka Penyebab Antrean
Menurut Syafiuddin, investigasi penting dilakukan untuk memastikan akar persoalan antrean panjang tersebut.
Ia menyebut sejumlah kemungkinan yang perlu ditelusuri, mulai dari ketersediaan kuota BBM untuk wilayah Madura, persoalan distribusi, hingga kemungkinan meningkatnya konsumsi BBM bersubsidi akibat perubahan perilaku konsumen.
“Apakah kuota BBM untuk Madura berkurang, apakah ada persoalan dalam distribusi, atau ada faktor lain,” ujarnya.
Syafiuddin menegaskan, apa pun penyebabnya, masyarakat tidak boleh menjadi pihak yang paling dirugikan akibat persoalan tersebut.
Menurutnya, antrean panjang bukan sekadar persoalan warga harus menunggu lebih lama di SPBU. Kondisi tersebut dapat menimbulkan efek berantai terhadap berbagai aktivitas masyarakat.
Antrean BBM Bisa Ganggu Ekonomi Warga
Syafiuddin mengatakan sulitnya mendapatkan BBM dapat menghambat mobilitas masyarakat, transportasi, hingga distribusi barang.
“Masyarakat yang hendak bekerja, sekolah maupun menjalankan kegiatan usaha tentu juga terkena dampaknya,” katanya.
Ia menilai kondisi tersebut berpotensi memberikan tekanan tambahan bagi masyarakat yang sehari-hari bergantung pada kendaraan untuk bekerja maupun menjalankan kegiatan ekonomi.
Gangguan distribusi BBM juga dapat berimbas pada kelancaran distribusi barang apabila kendaraan operasional harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendapatkan bahan bakar.
Karena itu, persoalan antrean BBM di Madura perlu segera diselesaikan sebelum dampaknya semakin meluas.
Pertamina Diminta Pastikan Pertalite Tersedia
Syafiuddin meminta Pertamina memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi BBM, khususnya Pertalite, di seluruh wilayah Madura.
Ia juga mendorong evaluasi apabila ditemukan persoalan dalam sistem penyaluran maupun ketidaksesuaian antara kuota dan kebutuhan masyarakat.
“Jangan sampai masyarakat terus-menerus harus mengantre panjang hanya untuk mendapatkan BBM. Pertamina harus memastikan pasokan tersedia dan distribusinya berjalan lancar sampai ke seluruh SPBU di Madura,” tegasnya.
Menurut Syafiuddin, penyelesaian persoalan tidak cukup dilakukan dengan mengatasi antrean di satu atau dua SPBU. Pertamina perlu memastikan distribusi berjalan secara menyeluruh agar persoalan serupa tidak berpindah dari satu wilayah ke wilayah lainnya.
Ia berharap langkah cepat Pertamina dapat segera mengurai antrean sekaligus memberikan kepastian kepada masyarakat Madura mengenai ketersediaan BBM.
“Antrean panjang ini pasti berdampak buruk bagi masyarakat. Aktivitas warga terganggu, transportasi terganggu, kemudian distribusi barang juga bisa ikut terganggu,” katanya.
Syafiuddin berharap persoalan tersebut menjadi bahan evaluasi agar sistem distribusi BBM di Madura semakin efektif dan mampu mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat di kemudian hari (red)

Berita terkait