JAKARTA, BERITA SENAYAN – Menteri ESDM sekaligus Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia memastikan ketersediaan energi di Nusa Tenggara Timur (NTT) tetap aman setelah wilayah tersebut terdampak gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo.
Bahlil mengatakan cadangan BBM nasional masih berada di atas batas minimum yang ditetapkan pemerintah. Kondisi tersebut menjadi modal penting untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat di wilayah terdampak tetap terpenuhi selama proses pemulihan berlangsung.
“Mengenai dengan BBM kita, cadangan kita sekarang, Alhamdulillah masih tetap di atas batas minimum nasional. Artinya kita masih aman,” kata Bahlil di Jakarta, Selasa (18/8/2026).
Bahlil menjelaskan, kendala yang sempat menghambat distribusi BBM ke sejumlah wilayah bukan disebabkan oleh keterbatasan stok nasional, melainkan kondisi infrastruktur yang terdampak gempa. Menurut dia, pemerintah terus melakukan perbaikan agar distribusi energi ke daerah-daerah yang membutuhkan dapat kembali berjalan secara optimal.
“Memang ada beberapa daerah yang awalnya itu susah untuk ditutupi karena persoalan infrastruktur. Tapi perlahan-lahan semuanya ada perbaikan,” ujarnya.
Ia menegaskan proses pemulihan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan berbagai pihak di lapangan. Selain BBM, Bahlil menyampaikan kondisi kelistrikan di sejumlah wilayah NTT juga mulai membaik.
Pemadaman yang terjadi setelah gempa secara bertahap berhasil ditangani oleh PLN. Namun, pemulihan pasokan menuju sejumlah lokasi masih membutuhkan waktu.
“Awalnya banyak daerah yang mati lampu. Sekarang perlahan-lahan sudah bisa kita selesaikan,” kata Bahlil.
“Tapi untuk supply ke lokasinya itu yang membutuhkan beberapa waktu lagi saja. Tapi kita akan bekerja keras terus,” lanjutnya.
Bahlil memastikan pemerintah bersama PLN dan Pertamina akan terus bekerja hingga kebutuhan energi masyarakat terdampak dapat kembali normal. Langkah pemulihan juga dilakukan PLN melalui normalisasi jaringan distribusi di NTT.
PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur sebelumnya melaporkan 429 gardu distribusi telah berhasil dinormalkan dari total 3.478 gardu yang terdampak gempa. Pemulihan tersebut menjadi bagian dari upaya mengembalikan layanan listrik kepada masyarakat sekaligus mendukung proses penanganan pascabencana.
Bahlil menegaskan pemerintah tidak hanya memastikan ketersediaan cadangan energi, tetapi juga mempercepat distribusinya hingga ke lokasi yang terdampak.
“Kita akan bekerja keras terus. Di Pertamina sama PLN, kemarin masih berada di lokasi bencana dan kita selalu selesaikan,” pungkasnya (red)

Berita terkait